Siaga SAR Khusus tersebut akan berlangsung mulai 13 hingga 30 Maret 2026 sebagai bentuk kesiapsiagaan Basarnas, dalam menghadapi potensi kedaruratan selama periode arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri.
BACA JUGA:Siaga Khusus Nataru, Kantor SAR Palembang Sebar Personel di Sumsel
BACA JUGA:Bocah Hilang Saat Bermain di Sungai Lematang, Tim SAR Gerak Cepat Sisir Lokasi
Pelaksanaan Siaga SAR Khusus ini bertujuan untuk memastikan keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan selama momentum mudik Lebaran.
Basarnas juga mengambil berbagai langkah strategis, guna mengantisipasi potensi kecelakaan maupun kondisi darurat yang mungkin terjadi selama periode tersebut.
Langkah antisipasi difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan, seperti jalur transportasi utama termasuk jalan tol, wilayah dengan mobilitas masyarakat tinggi, daerah rawan bencana, serta kawasan wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan aktivitas pengunjung.
Selain menyiapkan personel, Basarnas juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung serta memperkuat koordinasi dan sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan (stakeholder).
BACA JUGA:Hilang Usai Terjun ke Sungai Musi demi Hindari Perkelahian, Tim SAR Cari Warga Palembang
BACA JUGA:Pencarian Berakhir, Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Remaja di Curug Besemah
Hal ini dilakukan untuk memastikan respon yang cepat, tepat, dan efektif dalam setiap penanganan situasi kedaruratan selama arus mudik dan balik Lebaran.
Secara nasional, Basarnas menyiapkan ratusan posko Siaga SAR Khusus yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia.
Posko-posko tersebut ditempatkan di jalur utama mudik, bandara, pelabuhan, serta kawasan wisata guna mendukung kesiapsiagaan pelayanan SAR kepada masyarakat. ***