BATU, PALPRES.COM- Pertamina Hulu Energi (PHE) sebagai Subholding Upstream Pertamina terus memperkuat energi nasional secara berkelanjutan.
Pada tahun 2026 ini, setidaknya ada 5 program strategis yang dilakukan PHE dalam memenuhi kebutuhan serta menjaga pasokan energi dalam jangka panjang.
Mengingat, dinamika geopolitik global, disrupsi rantai pasok energi, serta volatilitas harga minyak dan gas dunia yang mengalami kenaikan.
Oleh karena itulah, 5 program perlu dilakukan sebagai penguatan fondasi energi domestik.
BACA JUGA:Gandeng dr. Boyke, PHE OKRT Ungkap Rahasia Stamina Pekerja Migas Tetap Prima di Lapangan
BACA JUGA:Program Sahabat Pesisir PHE OSES Perkuat UMKM di Labuhan Maringgai
Direktur Perencanaan Strategis, Portofolio, dan Komersial PT Pertamina Hulu Energi, Edi Karyanto mengatakan, saat ini PHE berperan dalam pengelolaan sekitar 27 persen wilayah kerja di Indonesia, dengan kontribusi 65 persen lifting minyak domestik dan 35 persen lifting gas domestik.
Maka dalam menjaga kebutuhan energi nasional jangka panjang, pada 2026 PHE menjalankan berbagai program strategis, antara lain pengembangan lapangan migas, implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi wilayah prospektif, minyak non konvensional, serta evaluasi peluang merger dan akuisisi guna memperkuat portofolio hulu migas.
"PHE juga mempersiapkan transformasi energi melalui upaya pengembangan bisnis rendah karbon sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan, " ungkap Edi Karyanto kegiatan media engagement, Kamis 9 April 2026 di Kota Batu, Malang.
Karena menurut Edi, ketahanan energi ke depan tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi terhadap transisi energi.
BACA JUGA:PHE Perkuat Posisi Sebagai Perusahaan Hulu Migas Andalan Nasional
BACA JUGA:Mengenal Lebih Jauh Industri Migas, PHE Adakan
Karena itu, PHE mendorong inisiatif dekarbonisasi operasi serta pengembangan bisnis Carbon Capture, Utilization and Storage (CCUS)/ Carbon Capture Storage (CCS).
Apalagi, sepanjang 2025, PHE mencatatkan produksi sebesar 1 juta barel setara minyak per hari (MMBOEPD), yang terdiri dari 557 ribu barel minyak per hari (MBOPD) dan 2,8 miliar kaki kubik gas per hari (BCFD).
"Capaian ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga keandalan pasokan energi sekaligus menopang kebutuhan energi jangka panjang Indonesia, " jelasnya.