BATURAJA, PALPRES.COM - Kerusakan jalan penghubung antar di Desa di Kecamatan Peninjauan OKU, menjadi penyebab terhambatnya warga setempat untuk mengeluarkan hasil bumi.
Bahkan kerusakan jalan di beberapa titik, terutama di Desa Penilikan Kecamatan Peninjauan, para pengguna jalan harus terpaksa mengurangi muatan agar bisa melewati jalan tersebut.
Jalan penghubung antar desa yang terparah terdapat 9 titik di Desa Penilikan.
Sedangkan jalur jalan yang rusak mulai dari perbatasan Desa Peninjauan menuju desa Panji Jaya.
BACA JUGA:Minim Anggaran, Mura Kirim Atlet 26 Cabor ke PORPROV Muba XV 2025
BACA JUGA:12 Saksi Dihadirkan, Terungkap Dugaan Rekayasa Pengadaan Pompa Portable di Muratara
Hal tersebut di ungkapkan Kepala Desa Penilikan Amim Handri saat meninjau perbaikan jalan di Blok B Desa Penilikan.
"Karena jalannya sudah rusak parah, dan menyulitkan mobil angkutan hasil bumi terutama karet dan sawit, kami dari 5 Desa, yakni Penilikan, Makartitama, Makarti Jaya, Mitra Kencana, secara swadaya membeli matrial untuk memperbaiki jalan,"ujar Amim Handri, Senin 20 April 2026.
Menurutnya, jika jalan poros tersebut tidak segera di perbaiki maka hasil bumi warga tidak bisa keluar untuk menjual hasil bumi.
"Kalau tidak segera diperbaiki, hasil bumi warga tidak bisa keluar, dan tidak ada jalan alternatif lain,"jelasnya.
BACA JUGA:Kasus Korupsi APAR Muratara, Jaksa Hadirkan Saksi dari Berbagai Instansi
BACA JUGA:Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Sumsel Hari Ini, PALI dan Muratara Berawan
Dijelaskan Amin Hadri, perbaikan jalan rusak tersebut tidak terlepas dari campur tangan dari Anggota DPRD OKU Muhammad Abdul Ghofur.
"Beliau (Abdul Gofur-red) yang menjadi motor penggerak swadaya perbaikan jalan tersebut, dibantu juga alat berat dari PT Pertamina Hulu Energi,"terang Amin.
Dia berharap dengan di perbaikinya jalan poros antar desa tersebut, bisa memperlancar angkutan hasil bumi warga.