ADA doa yang tidak pernah putus, ada harapan yang terus dipupuk, dan ada kesabaran yang diuji oleh waktu.
Setelah 13 tahun perjalanan panjang penuh perjuangan dan keyakinan, buah cinta pasangan Bapak Herryandi Sinulingga dan Ibu Patrichia Lisnawaty (Ristine Br Sihombing Silaban) akhirnya hadir menyapa dunia.
Tepat pada Senin, 20 April 2026, pukul 09.23 WIB di RS Siloam Palembang, tangis kecilnya memecah sunyi, membawa keajaiban yang selama ini dinanti.
Ia adalah Celine Abigail Br Sinulingga, sebuah nama yang bukan sekadar identitas, melainkan untaian doa dan makna yang mendalam:
BACA JUGA:Ultimatum Konstitusional: Kebijakan Presiden Tidak Kebal Uji
BACA JUGA:Inovasi Limbah Dapur dan Air Leri Jadi Pupuk Organik Cair, Solusi Pertanian Berkelanjutan
* Celine: Seperti maknanya yang berasal dari akar bahasa Prancis dan Latin, ia adalah sosok "Surgawi".
Kehadirannya membawa kedamaian dan kemuliaan karakter, layaknya langit yang luas dan menenangkan bagi jiwa kedua orang tuanya.
* Abigail: Dalam bahasa Ibrani, ia berarti "Kegembiraan Sang Ayah".
Setelah belasan tahun menunggu, Celine adalah alasan utama di balik senyum bahagia Bapak Herryandi Sinulingga.
BACA JUGA:Demokrasi Kita: Antara Musyawarah Pancasila atau Konsensus Oligarki?
BACA JUGA:Bawa Pulang Pandan Wangi, Rumah Jadi Harum dan Rezeki Mengalir!
Ia adalah personifikasi dari kecerdasan dan kebijaksanaan yang diharapkan melekat sepanjang hayatnya.
* Br Sinulingga: Sebagai putri kebanggaan, ia membawa kehormatan garis keturunan Beru Sinulingga.
Ia menjadi penyambung sejarah luhur budaya Karo, penghormatan bagi keluarga besar "Rumah Mbelin" Bintang Meriah, serta tanda cinta bagi Kalimbubu Sebayang Mergana dari Jambur Merpati Kuala-Tigabinanga.