Meskipun demikian, selektivitas portofolio dan fokus pada proyek bernilai strategis menjadi pertimbangan utama dalam perolehan kontrak baru pada periode ini.
Hutama Karya memandang pencapaian awal tahun ini sebagai fondasi yang perlu dijaga kualitasnya— pertumbuhan yang terukur, bukan sekadar ekspansi volume.
BACA JUGA:578 Pemudik Diberangkatkan Kementerian PU, Hutama Karya Fasilitasi Bus ke Palembang
BACA JUGA:Arus Mudik Aman? Hutama Karya Lakukan Pemeliharaan Intensif Tol Pekanbaru–Dumai
Dari sisi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS), progres fisik terus berjalan.
Kumulatif panjang tol terbangun mencapai 1.108 kilometer (km) hingga akhir TW I 2026, dengan penambahan 10,1 km pada periode ini.
Ruas yang tengah dalam konstruksi aktif meliputi Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung.
Hutama Karya terus mengoptimalkan pengusahaan tol di Sumatra dengan dukungan penuh pemerintah, mencakup peningkatan kualitas layanan di ruas-ruas yang telah beroperasi.
BACA JUGA:Terungkap! Ini Target Hutama Karya Selesaikan Pemulihan Tol Binjai–Langsa Pascabencana
BACA JUGA:Pemulihan Dimulai! Hutama Karya Siapkan 120 Huntara untuk Warga Aceh Tamiang
Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, menyampaikan bahwa capaian TW I 2026 menjadi sinyal ketahanan bisnis perusahaan di tengah tekanan ekonomi global yang semakin kompleks.
Volatilitas harga komoditas, dinamika nilai tukar, dan potensi perlambatan pertumbuhan dunia menjadi latar belakang yang tidak bisa diabaikan.
"Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting," ujarnya.
Direksi menetapkan empat pilar arahan strategis untuk menjaga momentum kinerja sepanjang 2026.
BACA JUGA:Hutama Karya 'Bocorkan' Rahasia Naik Kelas pada UMKM Kriya di Ogan Ilir
BACA JUGA:Nataru 2025/2026, Ruas Tol Hutama Karya Siap Sambut Peningkatan Volume Kendaraan