Selain mengevaluasi realisasi penerimaan daerah, rapat juga membahas berbagai kendala yang dihadapi OPD dalam melakukan pemungutan pajak dan retribusi.
BACA JUGA:Dihadiri Hampir Seluruh Anggota Dewan, DPRD Ogan Ilir Sukses Sahkan 2 Aturan Krusial Ini
Sejumlah strategi turut dirumuskan guna meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah pada semester berikutnya.
Banggar DPRD menilai sinergi antara legislatif dan eksekutif menjadi kunci utama dalam mendorong peningkatan PAD.
Dengan koordinasi yang kuat, berbagai potensi pendapatan yang selama ini belum tergarap optimal diharapkan dapat dimaksimalkan.
Wakil Ketua I DPRD Ogan Ilir, Wahyudi, menambahkan bahwa evaluasi tidak hanya berorientasi pada pencapaian angka semata.
BACA JUGA:Roma Terbuka Menerima Penawaran untuk Soule yang Mungkin Hengkang
"Tetapi juga untuk memastikan seluruh potensi pendapatan daerah dikelola secara profesional dan transparan," katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua II Ahmad Syafei menekankan pentingnya inovasi dalam menggali sumber-sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat.
Rapat berlangsung dalam suasana konstruktif dengan berbagai masukan dari anggota Banggar maupun pihak TAPD.
Diskusi juga mengerucut pada penyusunan langkah-langkah strategis guna mengantisipasi kemungkinan tidak tercapainya target PAD pada akhir tahun anggaran.
BACA JUGA:Antara Mimpi dan Kenyataan, Benarkah Keputusan Milan Membawa Ruben Amorim ke San Siro?
Melalui forum tersebut, DPRD dan Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi serta meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan daerah.