Namun, mempertahankan pengguna lama sering kali menjadi tantangan yang jauh lebih besar.
Blockchain yang memiliki tingkat retensi tinggi biasanya menawarkan ekosistem yang matang, biaya transaksi yang kompetitif, komunitas aktif, serta berbagai aplikasi yang mampu memenuhi kebutuhan pengguna dalam jangka panjang.
BACA JUGA:Sumpah, Tablet Ini Terlalu Lengkap! Unboxing & Review Lenovo IdeaPad Pro Gen 2 Resmi
Karena itu, data retensi mulai banyak digunakan sebagai indikator tambahan untuk menilai kualitas suatu jaringan blockchain.
Semakin tinggi tingkat loyalitas pengguna, semakin besar peluang ekosistem tersebut berkembang secara berkelanjutan.
Dari penelitian tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa studi terbaru CoinGecko menunjukkan bahwa Ethereum berhasil menjadi blockchain dengan tingkat retensi pengguna tertinggi di antara sejumlah jaringan utama.
Dengan tingkat loyalitas mencapai 26,2 persen, Ethereum dinilai paling berhasil mempertahankan penggunanya selama satu tahun terakhir.
BACA JUGA:Lenovo AI Host Mini Gantikan Ribuan Program Komputer dengan Sistem 'Skill' Pintar, Kok Bisa?
BACA JUGA:5 HP Android Murah Rp1 Jutaan Ini Gendong Baterai Monster Hingga 7.000 mAh, Mau?
Sementara itu, BNB Chain dan Solana masih unggul dari sisi jumlah pengguna yang tetap aktif karena memiliki basis pengguna awal yang jauh lebih besar.
Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan sebuah blockchain tidak hanya diukur dari banyaknya pengguna baru, tetapi juga dari kemampuannya menjaga pengguna tetap aktif dalam jangka panjang.
Di tengah persaingan ekosistem blockchain yang semakin ketat, loyalitas pengguna menjadi salah satu indikator penting yang mencerminkan kekuatan fundamental suatu jaringan.
Perlu diingat, semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
BACA JUGA:Tinggalkan Aplikasi Biasa, Mini PC Unik Lenovo Ini Andalkan 8.000 'Skill AI' untuk Jalankan Komputer