Capaian ini melanjutkan tren Triwulan I 2026 yang juga melampaui target.
BACA JUGA:Hutama Karya Genjot ESG, Ini Langkah Nyata di Proyek Infrastruktur Nasional
BACA JUGA:Hutama Karya Tebar 300 Hewan Kurban dari Aceh, Sumsel, hingga Papua, Jumlahnya Naik Drastis!
Struktur laba ini mencerminkan pergeseran model bisnis Hutama Karya dari kontraktor murni menuju pengembang sekaligus operator infrastruktur, dengan porsi pendapatan berulang (recurring) yang membesar seiring bertambahnya ruas tol operasi.
Adapun rasio harga pokok penjualan (HPP) tercatat 81,86 persen dari pendapatan, relatif stabil dibandingkan tahun sebelumnya. Kontribusi terbesar berasal dari segmen pengoperasian jalan tol dan anak usaha.
Order book perusahaan hingga akhir Triwulan II 2026 tercatat naik 6,24 persen dibandingkan posisi Triwulan I 2026, dengan mayoritas berasal dari proyek pemerintah.
Pada penugasan strategis, Hutama Karya menambah 24,4 km ruas tol baru sepanjang Triwulan II 2026, yakni Betung–Jambi (16,8 km), Palembang–Betung (4,5 km), dan Rengat–Pekanbaru (3,1 km) atau 2,4 kali lipat dibanding penambahan 10,1 km pada Triwulan I 2026.
BACA JUGA:Listrik Mati di Sumatra Tak Pengaruhi Jalan Tol, Hutama Karya Ungkap Kondisi Terkini
BACA JUGA:UMKM Kriya Ogan Ilir Didorong Naik Kelas, Ini Langkah Pendampingan Hutama Karya
Dengan demikian, kumulatif JTTS yang telah dibangun mencapai 1.117,6 km. Ruas Palembang–Betung dan Betung–Jambi Seksi 1 ditargetkan beroperasi pada akhir 2026.
Sementara, dari sisi operasional, trafik JTTS terus menunjukkan tren positif. Pada Semester I 2026 trafik JTTS tercatat 17 juta kendaraan, naik 16 persen dibanding tahun lalu.
Secara keseluruhan, kinerja Semester I 2026 mencerminkan transisi Hutama Karya dari orientasi pertumbuhan volume menuju kualitas laba dan kesehatan neraca.
Laba yang melampaui target, kontrak baru yang tumbuh 22,1 persen, serta utang yang terus menurun menempatkan perusahaan pada posisi lebih siap menghadapi paruh kedua 2026. ***