Setelah pucuk dipotong, akan tumbuh banyak tunas baru. Pilihlah 3–5 cabang utama yang sehat, tersebar merata ke segala arah, dan tumbuh menyamping sebagai kerangka pohon.
Sisakan jarak antar cabang sekitar 30–50 cm agar tidak saling bertumpuk. Cabang-cabang ini akan menjadi penopang beban buah di masa depan.
Buang tunas yang tumbuh ke bawah, terlalu rapat, atau lemah agar nutrisi terpusat pada cabang pilihan.
3. Pangkas Cabang Air dan Tunas Lemah
Cabang air adalah tunas yang tumbuh tegak lurus ke atas dari batang utama atau cabang tua.
Cabang ini tidak akan berbuah, hanya memakan banyak nutrisi dan membuat pohon menjadi rimbun tanpa hasil.
Segera buang semua cabang air serta tunas-tunas kecil yang tumbuh di pangkal batang.
Lakukan pemangkasan ini secara rutin setiap bulan agar nutrisi tersalurkan maksimal ke cabang produktif dan pembentukan bunga.
4. Pemangkasan Cabang Setelah Panen
Lakukan pemangkasan perawatan segera setelah panen selesai. Potong cabang yang sudah berbuah hingga tersisa 2–3 ruas daun dari pangkalnya.
Tindakan ini merangsang tumbuhnya tunas baru yang akan menjadi cabang pembuah untuk musim berikutnya.
Pangkas juga cabang yang kering, patah, terserang hama, serta cabang yang saling bertumpuk agar sirkulasi udara dan sinar matahari masuk merata ke seluruh bagian tajuk.