"Produksi masih manual sehingga kapasitas dan efisiensi produksi masih terbatas.
BACA JUGA:Bersama BRI, Petani Kopi Asal Batang Sajikan Racikan Produk hingga Jangkau Pasar Dunia
BACA JUGA:BRI Bekali PMI di Taiwan dengan Kewirausahaan dan Literasi Keuangan untuk Bangun Usaha Produktif
Pasar masih terbatas sehingga jangkauan penjualan belum luas.
Perizinan usaha dan produk masih dalam proses pemenuhan persyaratan.
Keterbatasan modal juga menjadi tantangan dalam pengembangan produksi dan pemasaran," ujar Rendy.
Berangkat dari berbagai tantangan tersebut, Kelompok Ternak Sumber Karanglo kemudian bergabung dalam Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli.
BACA JUGA:Kisah Sukses UMKM Sumenep, Dua Dekade Rosidah Besarkan Usaha Gula Merah Berkat KUR BRI
Melalui program ini, para peternak memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki.
"Peternak memperoleh pelatihan pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan.
Kami juga mendapatkan dukungan sarana dan prasarana sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien, higienis, dan mampu meningkatkan volume produksi," kata Rendy.
Selain mendukung proses produksi, Program Klaster Unggulan juga memberikan pendampingan dalam pengurusan izin produksi olahan susu sapi.
BACA JUGA:Jadi Motor Utama Program 3 Juta Rumah, Pemerintah Apresiasi Kinerja BRI Salurkan KUR Perumahan
BACA JUGA:Warisan Keluarga, KAINRATU Kembangkan Tenun Troso Tembus Pasar Global Berkat Rumah BUMN BRI
Para peternak turut mendapatkan pelatihan marketing dan digital marketing untuk memperluas pemasaran melalui pemanfaatan media digital sekaligus memperkuat daya saing produk olahan susu.