BACA JUGA:7 Buah Tinggi Kalium yang Harus Dihindari Penderita Ginjal
Selain itu, buang daun-daun yang sudah layu, kering, atau menguning agar tidak menjadi sarang hama dan penyakit.
Jika ingin memanen daun untuk obat, ambil daun yang sudah tua dan besar, jangan ambil daun muda di bagian pucuk agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu.
6. Pencegahan Hama dan Penyakit
Kumis kucing tergolong tanaman yang jarang terserang penyakit, namun tetap harus waspada terhadap hama seperti kutu daun dan ulat.
BACA JUGA:PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Perkuat Pasokan dan Kepastian Operasional
BACA JUGA:Sering Disebut 'Teh Ginjal', Inilah 9 Manfaat Luar Biasa Tanaman Kumis Kucing bagi Tubuh
Hama ini biasanya muncul karena kelembapan yang terlalu tinggi atau sisa-sisa daun kering yang menumpuk.
Untuk mengatasinya, semprotkan campuran air dan sabun cuci piring yang lembut ke bagian yang terserang, atau gunakan larutan bawang putih yang berfungsi sebagai pestisida alami.
Pastikan juga sirkulasi udara di sekitar tanaman berjalan lancar agar jamur tidak tumbuh.
7. Perbanyak Tanaman dengan Mudah
BACA JUGA:Jadwal Sholat Fardhu Palembang 6 Oktober 2026, Cek Waktu Subuh hingga Isya
BACA JUGA:Wajah Glowing Instan? Ini Review Jujur 6 Peeling Serum yang Lagi Booming di Media Sosial
Jika tanaman induk sudah tumbuh besar, Anda bisa memperbanyaknya dengan cara stek batang.
Ambil batang yang sehat sepanjang sekitar 10–15 cm, buang daun bagian bawah, lalu tanam ke dalam media yang lembap.
Dalam waktu 1–2 minggu, batang tersebut akan tumbuh akar dan menjadi tanaman baru. Cara ini jauh lebih cepat dibandingkan menanam dari biji.