Waktu itu belum ada internet umum teman-teman. Jadi semua diajarkan secara mendetail oleh para guru-guru di camp tersebut.
BACA JUGA:Menangkan Gugatan, Saham Radar Bogor Kembali ke Dahlan Iskan
Pelajaran utama menurut saya: Jangan pernah malu. Karena orang Amerika lebih terus terang dan to the point. Kalau mau sesuatu, sampaikan saja. Mereka tidak akan tersinggung.
Selama tiga pekan kami "digembleng". Selalu diingatkan pula kemungkinan terburuk. Bahwa mungkin akan ada yang tidak kerasan karena berbagai alasan. Setiap tahun, pasti ada yang dipulangkan.
Baru di hari terakhir. Kami semua mendapatkan amplop. Isinya informasi kami akan dikirim ke mana. Semua akan disebar ke berbagai penjuru Amerika. Rata-rata ke kota-kota kecil di negara-negara bagian yang "tidak umum".
Di ruangan pertemuan itu ada peta besar Amerika di dinding. Kami disuruh mencari kota kami letaknya di mana. Saking kecilnya beberapa kota kami, kota-kota itu tidak masuk di peta!
BACA JUGA:7 Sekolah Kedinasan Terbaik untuk Lulusan SMA Jurusan IPS, Peluang Jadi CPNS!
Ada teman saya anak Jakarta yang harus tinggal di sebuah peternakan. Saking terpencilnya, tetangga terdekatnya berjarak dua mil (lebih dari 3 km).
Yang "agak beruntung" adalah salah satu teman terdekat saya waktu itu. Dia dikirim ke "kota beneran" di Florida. Dia pintar. Dia menulis "alergi hawa dingin" di aplikasinya!
Saya? Saya dapat negara bagian Kansas. Tepat di tengah Amerika. Tempat bayi Superman mendarat saat dilarikan dari Kripton.
Setelah bersedih-sedihan, kami pun berpisah sendiri-sendiri. Baru akan ketemu --kalau semua selamat-- saat pulang bersama Juli tahun depannya.
BACA JUGA:Passing Grade SKD Sekolah Kedinasan 2026, Ada PKN STAN hingga Polstat STIS
BACA JUGA:Cara Daftar Poltek SSN 2026, Sekolah Kedinasan Bidang Siber dan Sandi Negara!
Ingat, belum ada internet. Belum ada handphone. Belum ada video call. Bahkan menelepon biasa pun mahal biayanya.