Malam itu, setelah acara makan malam, Abah saya menyampaikan ucapan terima kasih yang memorable banget.
"Terima kasih kamu selama ini tidak pernah merepotkan Abah. Ada banyak teman Abah yang punya jabatan tinggi, termasuk menteri, yang harus repot ke Amerika karena anaknya bermasalah", tuturnya.
"Terima kasih karena kamu juga telah memenuhi tiga hal penting. Satu, lulus kuliah on time. Dua, tidak masuk penjara. Tiga, tidak menghamili anak orang", tambahnya.
Wkwkwkwk...
Sekarang, lewat tulisan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih balasan.
"Abah, terima kasih sudah bekerja keras untuk memastikan anak-anaknya punya masa depan. Terima kasih karena Abah juga tidak pernah rewel merepotkan anaknya selama kuliah. Ada banyak teman saya yang terlalu sering diteleponi orang tuanya, sampai membuat mereka merasa terganggu. Terima kasih karena hampir tidak pernah mengganggu saya, sehingga saya bisa menjadi saya seperti yang saya inginkan sendiri..."
***
Sedikit bocoran: Ikut wisuda belum berarti benar-benar lulus. Sejumlah mahasiswa yang ikut acara wisuda bersama saya sebenarnya masih punya "hutang" kredit yang harus dituntaskan.
BACA JUGA:Tanpa Ganggu Jam Kantor: Ini 5 Rekomendasi Kampus Unggulan di Bandung yang Sediakan Kelas Karyawan
Baru ketika sisa kelas itu diselesaikan mereka bisa menerima ijazah/diploma resminya. Kampus punya kelonggaran kebijakan soal itu.
Tapi jangan khawatir. Ijazah saya sah. Ada tanda tangan gubernur California kala itu, Gray Davis.
Meski demikian, ijazah yang saya punya itu juga tidak sakral. Kalau hilang, saya tinggal hubungi pihak administrasi kampus.