Di sisi lain, Bea Cukai juga dituntut memberikan pelayanan dan fasilitas kepabeanan serta cukai kepada masyarakat dan dunia usaha.
Kemudahan, kecepatan, transparansi dan kepastian menjadi bagian penting agar arus barang tetap lancar.
Langkah tersebut juga dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing dunia usaha, mendorong ekspor dan menciptakan iklim ekonomi yang semakin kondusif.
BACA JUGA:Cegah Penyelundupan dan WNA Ilegal, Bea Cukai-Imigrasi Langsa Gelar Patroli Laut
BACA JUGA:Kinerja Bea Cukai Langsa Melejit, Penerimaan Negara Tembus 136,51 Persen pada Semester I 2026
Keseimbangan antara pengawasan dan pelayanan inilah yang menjadi bagian dari semangat Hari Bea dan Cukai ke-80 dengan tema “Teguh Melindungi, Tumbuh Menguatkan Negeri.”
Teguh Melindungi diwujudkan melalui penguatan pengawasan dan penegakan hukum untuk mencegah penyelundupan serta peredaran barang ilegal dan berbahaya.
Sedangkan Tumbuh Menguatkan Negeri diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan, transformasi digital, pemanfaatan data, penguatan manajemen risiko hingga kolaborasi dengan kementerian/lembaga, dunia usaha dan masyarakat.
Tantangan ke depan juga tidak semakin ringan.
BACA JUGA:Nyaris Lolos ke Malaysia, Emas Batangan 2,9 Kg Senilai Rp7,25 Miliar Disita Bea Cukai
BACA JUGA:Pertamina EP Rantau Field Jalani Monitoring Bea Cukai, Ternyata Ini Tujuannya
Perdagangan bergerak semakin cepat, teknologi terus berkembang dan modus penyelundupan semakin beragam.
Karena itu, Bea Cukai diarahkan memperkuat pengawasan berbasis risiko dengan memanfaatkan teknologi, analisis data, intelijen dan sistem peringatan dini.
Harapannya, pengawasan semakin efektif tanpa menghambat arus barang yang legal.
Pada akhirnya, peringatan 80 tahun Bea Cukai menjadi pengingat bahwa tugas kepabeanan dan cukai memiliki hubungan langsung dengan kehidupan masyarakat.
BACA JUGA:Bea Cukai Gandeng TNI AD Gempur Peredaran Rokok Ilegal