SPEKTAKULER! Jejak Epik Bangsawan Palembang Perintis Masjid Agung Pagaralam yang Bikin Merinding!

Sabtu 10-10-2026,14:31 WIB
Reporter : Iqbal DJ
Editor : Iqbal DJ

Artikel berjudul "MASJID AGUNG KOTA PAGARALAM, JEJAK BANGSAWAN PALEMBANG DI BUMI BESEMAH" ini ditulis oleh Kgs. M. Ilham Akbar, SH., MH (Ketua Lesbumi PWNU Sumatera Selatan)

PALPRES.COM - Jejak hijrah bangsawan Palembang, dakwah seorang pedagang yang alim dan warisan peradaban Islam di Bumi Besemah. 

Salah satu kisah sejarah yang patut ditelusuri adalah perjalanan hidup Kgs. H. Ibrahim (Abdul Rahim), seorang tokoh agama dan pedagang yang menurut penuturan keluarga memiliki peran penting dalam sejarah awal berdirinya Masjid Agung Kota Pagaralam.

Bagi keluarga besar keturunannya, beliau bukan sekadar seorang leluhur.

BACA JUGA:HEBOH! Museum dr AK Gani Palembang Rilis Komunitas Baca: AK Gani Ternyata Tokoh Paling Nyentrik di RI!

Ia merupakan bagian dari perjalanan panjang sebuah keluarga yang memiliki akar sejarah di Palembang, melewati tanah Kalimantan, kembali ke Palembang, kemudian menetap dan mengabdikan diri di Pagaralam, Tanah Besemah.

Kisah ini bukan semata-mata tentang perpindahan sebuah keluarga dari satu daerah ke daerah lain.

Di dalamnya terdapat perjalanan pendidikan agama, hubungan antar ulama, ikatan pernikahan, perdagangan, pengabdian kepada masyarakat, dan perjuangan membangun tempat ibadah yang manfaatnya terus dikenang hingga kini.

Karena itu, menelusuri kehidupan Kgs. H. Ibrahim berarti berusaha memahami bagaimana nilai-nilai agama, identitas keluarga, dan semangat pengabdian diwariskan serta tumbuh bersama kehidupan masyarakat.

BACA JUGA:Dr. Hudaidah Blak-Blakan Bongkar Rahasia Marga Minanga: Dari Sejarah Sriwijaya Sampai Melawan Belanda!

Dari Palembang Menuju Kalimantan: Perjalanan di Tengah Perubahan Zaman

Perjalanan keluarga ini tidak dapat dilepaskan dari sejarah Kesultanan Palembang Darussalam.

Pada 1821, Belanda merebut Benteng Kuto Besak dan Sultan Mahmud Badaruddin II kemudian diasingkan pada 1 Juli 1821.

Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari perubahan politik di Palembang dan berakhirnya kekuasaan kesultanan sebagai kekuatan politik yang merdeka.

BACA JUGA:Foliraya Fasilitasi HUT ke-12 Musi Djadoel Gallery: Dari Kamera Tua Astoria hingga Menelusuri Jejak Minanga

Dalam tradisi lisan keluarga, masa perubahan tersebut dikaitkan dengan perjalanan Kgs. H. Abdurrahman yang meninggalkan Palembang menuju Kalimantan.

Kategori :