Berbagai fasilitas tersebut berfungsi membantu pengemudi mengenali kondisi jalan, memberikan peringatan tambahan, serta meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara pada malam hari maupun dalam kondisi jarak pandang terbatas.
BACA JUGA:KRTJ 2026: Hutama Karya Pamer Teknologi AI hingga Jalan Tol Jadi Landasan Pacu Darurat
BACA JUGA: Hutama Karya Buka-bukaan Soal JTTS di Hadapan BAKN DPR RI, Ini Progresnya
Selain itu, Hutama Karya turut memperkuat pengawasan terhadap kendaraan dengan dimensi dan muatan berlebih atau Over Dimension Over Loading (ODOL) melalui operasi bersama pemangku kepentingan terkait.
Kendaraan ODOL memiliki risiko keselamatan yang lebih tinggi karena dapat mengalami penurunan kemampuan pengereman, kestabilan, dan pengendalian kendaraan.
Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengguna jalan lainnya, termasuk meningkatkan risiko tabrakan dari belakang maupun kecelakaan beruntun.
Melalui pengawasan dan edukasi yang berkelanjutan, Hutama Karya mendorong kepatuhan pengemudi serta pelaku usaha angkutan barang terhadap ketentuan dimensi dan muatan kendaraan.
BACA JUGA:Cek Progres JTTS di Sumsel, Hutama Karya Fokus Percepat Tol Palembang-Betung
BACA JUGA:Perkuat Kepastian Hukum, Hutama Karya Jalin Sinergi dengan Kejati Sumsel
Sejalan dengan berbagai upaya tersebut, Hutama Karya terus menggaungkan kampanye keselamatan SETUJU (Selamat Sampai Tujuan) yang mencakup lima pesan utama, yakni SETUJU Keselamatan adalah Nomor Satu, SETUJU Pastikan Kondisi Kendaraan Prima, SETUJU Tidak Ngebut di Jalan Tol, SETUJU untuk Istirahat Jika Lelah atau Mengantuk, serta SETUJU Zero ODOL di Jalan Tol.
Kelima pesan ini menjadi pengingat bagi pengguna jalan untuk senantiasa mengutamakan keselamatan, mulai dari memastikan kesiapan kendaraan dan kondisi fisik pengemudi hingga mematuhi ketentuan berkendara selama perjalanan. ***