Tidak tanggung-tanggung, BRAL Design bahkan melakukan riset mendalam untuk mencari handle pintu dan lampu yang memiliki desain jadul agar setiap detail di dalam rumah ini konsisten dengan atmosfer tahun 1940-an.
BACA JUGA:Bikin Rumah Kecil Jadi Sejuk Tanpa AC, Intip 6 Ide Ventilasi Alami Ala Hunian Pedesaan Ini
BACA JUGA:Konsep Staycation di Tengah Jakarta: Mengintip Hunian 3 Lantai Karya Studio 5/8
Selain itu, sistem lighting yang dirancang khusus oleh blocks lighting memastikan bahwa setiap sudut ruangan memiliki pencahayaan yang lembut, menciptakan suasana yang tidak hanya mewah, tetapi juga nyaman.
- Fungsi dan Kenyamanan Masa Kini
Meskipun tampilannya klasik, rumah ini dilengkapi dengan teknologi modern. Penggunaan central AC yang tersembunyi memastikan ruangan tetap sejuk tanpa merusak estetika ruangan.
Area servis yang terpisah, termasuk dapur kotor dan kamar asisten, tetap dipertahankan namun dipugar agar lebih fungsional.
BACA JUGA:Kreativitas Tanpa Batas! Mengubah Lahan Sempit Jadi Studio dan Hunian Impian
BACA JUGA:Program Bedah Rumah Tuntas 100 Persen: 3 Unit RTLH di Desa Pelajaran Lahat Berubah Jadi Hunian Layak
Bahkan, garasi lama disulap menjadi ruang pertemuan yang fungsional dengan sentuhan artistik, seperti penggunaan lantai batu basalto dan pencahayaan membran barisol.
Transformasi ini membuktikan bahwa arsitektur kolonial tidak harus terkubur oleh zaman.
Dengan sentuhan yang tepat, riset material yang serius, dan penghargaan terhadap detail sejarah, rumah tua dapat bertransformasi menjadi hunian yang elegan, fungsional, dan memiliki jiwa.
Proyek ini bukan hanya sekadar renovasi, melainkan sebuah bentuk pelestarian budaya yang dikemas dalam kemewahan modern yang tak lekang oleh waktu.