7 permainan Tradisional Sumatera Selatan Ini Sudah Jarang Dimainkan
7 permainan Tradisional Sumatera Selatan Ini Sudah Jarang Dimainkan--net
Permainan ini muncul berawal dari keasyikan anak-anak di Kota palembang melihat bus Damri yang lalu lalang di daerah mereka yang menaikkan dan menurunkan penumpang sehingga anak-anak meniru dengan membuat permainan.
Pertama-tama pemain dibagi menjadi dua kelompok. Mereka kemudian membuat dua garis dengan masing-masing garis berada di dua sisi yang berbeda.
BACA JUGA:Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Bandung, Cocok Untuk Liburan Akhir Tahun
Para pemain juga tidak lupa menyiapkan 'ancak' yang terbuat dari pecahan genting berbentuk bulat atau petak. 'Ancak' ini akan dijadikan tiap pemain untuk melempar ke arah garis yang telah dibuat sebelumnya.
Perwakilan kelompok terlebih dahulu melempar 'ancak' ke garis sasaran. 'ancak' yang paling dekat dengan garis adalah pemenang. Pihak yang kalah akan menggendong yang menang sebagai hukumannya dari garis melempar ke garis sasaran.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: aturanpermainan.blogspot.com
