Banner Honda PCX

Trust ke Fundamental, Analis Kompak Rekomendasikan Saham BBRI

Trust ke Fundamental, Analis Kompak Rekomendasikan Saham BBRI

Di tengah tekanan pasar dan ketidakpastian geopolitik dunia, kepercayaan investor global terhadap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) justru menguat. -BRI-

Direktur Reliance Sekuritas Indonesia Tbk Reza Priyambada menilai langkah JP Morgan menambah saham BBRI di tengah pelemahan pasar bukan hanya sinyal investasi dalam memanfaatkan momentum yang ada, tetapi juga cerminan dari market trust terhadap arah transformasi dan fondasi fundamental bisnis BRI yang kuat.

Dengan strategi jangka panjang yang konsisten dan komitmen terhadap tata kelola yang transparan, BRI dinilai siap menjadi pilar utama pemulihan pasar dan pertumbuhan inklusif nasional di masa mendatang. 

Dia juga menyorot pernyataan Direktur Utama BRI Hery Gunardi, yang menegaskan bahwa strategi transformasi yang sedang dilakukan oleh perseroan saat ini.

BACA JUGA:Lebih Praktis! Nasabah BRI Bisa Cairkan Limit Kartu Kredit ke Rekening Tabungan dengan Fitur Loan On App

BACA JUGA:Cicil Emas di BRImo, Investasi Emas Jadi Makin Praktis

“Meskipun saat ini saham BBRI sedang mengalami tekanan seiring dengan kondisi pasar, namun secara fundamental masih kokoh, dengan dukungan fondasi bisnisnya yang kuat juga strategi transformasi,” ujarnya.

Transformasi melalui BRIVolution Reignite

Sebelumnya, Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengungkapkan bahwa perusahaan tengah mengakselerasi transformasi melalui program BRIVolution Reignite.

Transformasi ini mencakup penguatan aspek bisnis, tata kelola, manajemen risiko, hingga digitalisasi operasional, yang semuanya mengarah pada visi BRI menjadi The Most Profitable Bank di Asia Tenggara pada 2030.

BACA JUGA:Diberdayakan BRI, UMKM Kopi Asal Toraja Ini Bisa Ekspor dan Jadi Pemasok Coffee Shop di 5 Negara

BACA JUGA:AgenBRILink Jangkau 67 Ribu Desa, Terus Perkuat Inklusi Keuangan di Indonesia

“Kami tetap fokus pada penguatan fundamental baik dari sisi pendanaan, penyaluran kredit yang berkualitas, peningkatan kapabilitas digital, penerapan manajemen risiko yang memadai hingga pengembangan SDM,” ujar Hery. ***

 

 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait