Jasa Marga Borong 3 Penghargaan IQSA 2026, Safety Culture Makin Canggih Berkat Digitalisasi!
Jasa Marga borong 3 penghargaan IQSA 2026 berkat penguatan budaya keselamatan, QHSE, kepemimpinan dan digitalisasi teknologi.--Corporate Communication Department Head PT Jasa Marga (Persero) Tbk
JAKARTA, PALPRES.COM – Kalau urusan keselamatan di jalan tol bisa dibuat naik level, PT Jasa Marga (Persero) Tbk tampaknya benar-benar tidak mau setengah-setengah!
Terbaru, Jasa Marga sukses memborong 3 penghargaan sekaligus dalam ajang bergengsi Indonesia QHSE & Sustainability Award (IQSA) 2026 yang digelar Business Asia Indonesia di Jakarta, Jumat (28/8/2026).
Tiga penghargaan sekaligus ini bukan sekadar koleksi trofi untuk dipajang di lemari kantor.
Capaian tersebut menjadi pengakuan atas konsistensi Jasa Marga dalam memperkuat budaya keselamatan, kualitas, kesehatan kerja, dan lingkungan (QHSE) yang kini semakin terintegrasi dengan teknologi serta digitalisasi.
BACA JUGA:Siap Sambut Nataru 2026: Gubernur Herman Deru Pastikan Jalan Tol Palembang-Betung Difungsionalkan
BACA JUGA:Rp1,8 Miliar Diselamatkan! Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Moge di Jalan Tol
Dua penghargaan diraih Jasa Marga dalam kategori korporasi, yaitu The Best QHSE Digital Technology 2026 dan The Best QHSE Company Concerned 2026.
Tak berhenti di level korporasi, penghargaan juga datang dari kategori individu.
Risk & Quality, Health, Safety & Environment Group Head Jasa Marga, Devy Lusyana, berhasil menyabet gelar The Best QHSE Leadership 2026.
Ketiga penghargaan tersebut diterima langsung oleh Devy Lusyana yang mewakili manajemen Jasa Marga.
BACA JUGA:Ratusan Truk ODOL Terjaring di Jalan Tol Hutama Karya, WIM Deteksi 342.748 Kendaraan Bermasalah
BACA JUGA:Kampanyekan Selamat Sampai Tujuan, Hutama Karya Dukung Gerakan Zero ODOL di Jalan Tol
Bukan Sekadar Patuh SOP, Keselamatan Jadi Budaya!
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menegaskan bahwa keselamatan bagi perusahaan bukan sekadar kewajiban menjalankan prosedur.
Keselamatan telah ditempatkan sebagai bagian dari budaya kerja sekaligus strategi perusahaan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan.
Bagi Jasa Marga sambung Rivan, keselamatan merupakan bagian dari budaya kerja dalam memberikan pelayanan prima kepada pengguna jalan.
BACA JUGA:Kabar Baik! Jalan Tol Palembang–Jambi Terus Dikebut, Akses Antarprovinsi Makin Cepat
BACA JUGA:Microsleep Jadi Ancaman Mematikan di Jalan Tol, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
"Kami membangun budaya keselamatan yang didukung kompetensi insan, kesiapan operasional, serta pemanfaatan teknologi dan digitalisasi,” ujar Rivan.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa transformasi keselamatan di Jasa Marga tidak hanya mengandalkan sumber daya manusia, tetapi juga diperkuat dengan teknologi yang mampu membantu pengawasan, pelaporan hingga pengambilan keputusan secara lebih cepat.
Penghargaan IQSA 2026 pun menjadi apresiasi bagi seluruh Roadster Jasa Marga sekaligus suntikan semangat agar inovasi QHSE terus digenjot.
Rivan menekankan, inovasi dan digitalisasi harus memberikan manfaat nyata, khususnya dalam memperkuat aspek keselamatan bagi karyawan, masyarakat dan pengguna jalan.
BACA JUGA:Hutama Karya Catat Kinerja Positif, Jalan Tol Trans Sumatera Kini Tembus 1.185 Km
BACA JUGA:Respons Cepat! HKA Tangani Insiden Jalan Tol Rata-rata 2,5 Menit
Teknologi Jadi ‘Senjata’ Jasa Marga Kawal Keselamatan
Di balik penghargaan tersebut, Jasa Marga menjalankan integrasi antara manusia, proses kerja dan teknologi dalam pengelolaan jalan tol.
Salah satunya melalui TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System) yang digunakan sebagai sistem pelaporan dan pengawasan operasional.
Jasa Marga juga mengandalkan Hawkeye dan JIMMS (Jasamarga Integrated Maintenance Management System) dalam mendukung kegiatan preservasi preventif berbasis teknologi.
BACA JUGA:Listrik Mati di Sumatra Tak Pengaruhi Jalan Tol, Hutama Karya Ungkap Kondisi Terkini
BACA JUGA:Tak Ingin Proyek Molor, Pemprov Sumsel Matangkan Detail Teknis Jalan Tol Penghubung Antarprovinsi
Kemudian ada Jasa Marga Tollroad Command Center yang berperan dalam mengintegrasikan data lalu lintas sehingga pengawasan dapat dilakukan secara real time.
Dengan dukungan teknologi tersebut, potensi risiko di jalan tol dapat dipantau dan direspons secara lebih cepat.
Namun, teknologi saja tentu tidak cukup. Jasa Marga juga terus meningkatkan kompetensi dan awareness para petugas agar safety culture benar-benar hidup dalam aktivitas operasional sehari-hari.
Target akhirnya? Bukan cuma jalan tol yang terkelola dengan baik, tetapi juga pelayanan yang semakin aman, andal dan berkualitas.
BACA JUGA:PLN Hadirkan Digitalisasi Green School di Palembang, Dorong Pendidikan Modern dan Berkelanjutan
IQSA 2026 Dorong K3 Jadi Budaya Perusahaan
Penghargaan IQSA 2026 diberikan melalui penilaian komprehensif Dewan Juri dengan berbagai indikator kinerja.
Beberapa aspek yang menjadi pertimbangan antara lain Lost Time Injury Frequency Rate (LTI-FR), kepatuhan terhadap audit dan prosedur kritis keselamatan kerja, serta berbagai inisiatif proaktif untuk meningkatkan performa QHSE.
Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional Menuju Keberlanjutan Ekonomi”, IQSA 2026 menempatkan kualitas, keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan sebagai elemen penting dalam membangun industri yang berkelanjutan.
Chairman Business Asia Indonesia Juanda Jafar mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perusahaan yang menunjukkan komitmen serta pencapaian nyata dalam penerapan QHSE dan budaya K3.
Menurutnya, budaya K3 yang kuat bukan hanya mampu melindungi pekerja, tetapi juga dapat meningkatkan operasional, kepercayaan dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.
Jasa Marga Siap Gaspol Perkuat QHSE
Tiga penghargaan IQSA 2026 menjadi bukti bahwa perjalanan transformasi QHSE Jasa Marga terus bergerak maju.
BACA JUGA:Desa BRILiaN Tompobulu Tunjukkan Sinergi Lokal dan Digitalisasi untuk Ekonomi Berkelanjutan
BACA JUGA:Wali Kota Lubuk Linggau Hadiri Rakor Revitalisasi Satuan Pendidikan dan Digitalisasi Pembelajaran
Ke depan, perusahaan berkomitmen menjadikan QHSE sebagai bagian dari transformasi melalui sinergi budaya kerja, kompetensi insan, layanan operasional dan teknologi.
Langkah ini sekaligus menjadi fondasi untuk menghadirkan pengelolaan jalan tol yang semakin andal serta memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
Komitmen tersebut juga sejalan dengan Asta Cita Pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga terkait pengembangan infrastruktur dan Asta Cita keempat mengenai penguatan pembangunan sumber daya manusia serta teknologi.
Jadi, tiga penghargaan ini bukan sekadar angka. Ini adalah sinyal kuat bahwa budaya keselamatan Jasa Marga sedang naik kelas: makin digital, makin terintegrasi, dan makin serius!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: corporate communication department head pt jasa marga (persero) tbk
