Jasa Marga Cetak Laba Rp1,9 Triliun di Semester I 2026, Bisnis Jalan Tol Makin Ngebut!
Jasa Marga mencatat laba Rp1,9 triliun pada Semester I 2026, dengan pendapatan Rp10,3 triliun dan volume transaksi 647,5 juta kendaraan.--Corporate Secretary & Chief Administration Officer PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
JAKARTA, PALPRES.COM – Bukan sekadar jalan tol yang terus memanjang, kinerja PT Jasa Marga (Persero) Tbk juga ikut melaju kencang!
Memasuki Semester I 2026, perusahaan kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu pemain utama industri jalan tol nasional dengan membukukan laba bersih Rp1,9 triliun.
Tak cuma laba yang moncer, fundamental bisnis Jasa Marga juga semakin kokoh.
Sepanjang enam bulan pertama 2026, Perseroan berhasil mencatatkan Pendapatan Usaha Rp10,3 triliun, tumbuh 7,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Siap Sambut Nataru 2026: Gubernur Herman Deru Pastikan Jalan Tol Palembang-Betung Difungsionalkan
BACA JUGA:Rp1,8 Miliar Diselamatkan! Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan Moge di Jalan Tol
Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa geliat mobilitas masyarakat dan penguatan jaringan jalan tol masih menjadi mesin penting pertumbuhan bisnis Jasa Marga.
Pendapatan Tembus Rp10,3 Triliun, EBITDA Ikut Meroket
Pendapatan usaha Jasa Marga pada Semester I 2026 ditopang oleh Pendapatan Tol Rp9,5 triliun, yang tumbuh 6,8 persen secara tahunan.
Sementara itu, Pendapatan Usaha Lain juga mencatatkan performa yang tak kalah bikin melongo.
BACA JUGA:Ratusan Truk ODOL Terjaring di Jalan Tol Hutama Karya, WIM Deteksi 342.748 Kendaraan Bermasalah
BACA JUGA:Kampanyekan Selamat Sampai Tujuan, Hutama Karya Dukung Gerakan Zero ODOL di Jalan Tol
Nilainya mencapai Rp798,2 miliar, melonjak 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan pendapatan yang berjalan beriringan dengan optimalisasi operasional membuat EBITDA Jasa Marga mencapai Rp7,0 triliun, meningkat 8,1 persen dibandingkan Semester I tahun lalu.
Yang makin menarik, margin EBITDA tetap terjaga di level 67,8 persen.
Angka ini memperkuat kapasitas perusahaan dalam menghasilkan arus kas yang solid untuk memenuhi kewajiban finansial, sekaligus menopang agenda investasi dan ekspansi usaha secara berkelanjutan.
BACA JUGA:Kabar Baik! Jalan Tol Palembang–Jambi Terus Dikebut, Akses Antarprovinsi Makin Cepat
BACA JUGA:Microsleep Jadi Ancaman Mematikan di Jalan Tol, Kenali Gejala dan Cara Mencegahnya
Ujungnya? Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp1,9 triliun, tumbuh 2,0 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
647,5 Juta Kendaraan Melintas, Tol Makin Ramai!
Kinerja keuangan tersebut tidak muncul begitu saja. Di baliknya ada mobilitas pengguna jalan yang terus bergerak.
Sepanjang Semester I 2026, total volume transaksi Jasa Marga mencapai 647,5 juta kendaraan, meningkat 1,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
BACA JUGA:Hutama Karya Catat Kinerja Positif, Jalan Tol Trans Sumatera Kini Tembus 1.185 Km
BACA JUGA:Respons Cepat! HKA Tangani Insiden Jalan Tol Rata-rata 2,5 Menit
Sementara itu, realisasi lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai sekitar 3,58 juta kendaraan per hari.
Meningkatnya volume kendaraan ini ikut menjadi bahan bakar pertumbuhan pendapatan tol sekaligus menunjukkan potensi mobilitas yang masih besar pada jaringan jalan tol yang dikelola Jasa Marga.
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan capaian Semester I 2026 mencerminkan kepercayaan pengguna jalan sekaligus kemampuan perusahaan menjaga pertumbuhan bisnis dan fundamental secara berkelanjutan.
Menurutnya, kinerja keuangan dan arus kas yang sehat menjadi modal untuk terus meningkatkan standar layanan, melakukan digitalisasi manajemen lalu lintas serta meremajakan fasilitas di koridor tol.
BACA JUGA:Listrik Mati di Sumatra Tak Pengaruhi Jalan Tol, Hutama Karya Ungkap Kondisi Terkini
BACA JUGA:Tak Ingin Proyek Molor, Pemprov Sumsel Matangkan Detail Teknis Jalan Tol Penghubung Antarprovinsi
“Bagi kami, kinerja keuangan yang solid dan arus kas yang sehat merupakan modal utama untuk terus berinvestasi pada peningkatan standar layanan, digitalisasi sistem management lalu lintas serta peremajaan fasilitas di seluruh koridor tol,” ujar Rivan.
Kuasai 1.294 Km Jalan Tol, Jaringan Makin Gede!
Jasa Marga juga terus memperkuat posisinya sebagai market leader industri jalan tol nasional.
Hingga akhir Juni 2026, Perseroan memiliki total konsesi sepanjang 1.736 kilometer, dengan 1.294 kilometer di antaranya telah beroperasi.
BACA JUGA:Proyek Strategis Nasional, Pelabuhan Tanjung Carat Sumsel Bakal Terintegrasi Jalan Tol
BACA JUGA:Pembebasan Lahan Dipercepat, Jalan Tol Strategis di Sumsel Dikebut
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 42 persen dari total jaringan jalan tol yang beroperasi di Indonesia.
Gokilnya lagi, ekspansi jaringan masih terus digeber!
Sejumlah proyek baru terus dikembangkan, antara lain Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, Jalan Tol Akses Patimban, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo–Yogyakarta–YIA Kulon Progo, serta Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi.
Proyek-proyek tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, menghubungkan pusat logistik, kawasan industri dan destinasi wisata.
BACA JUGA:Penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera Dikebut, Jambi–Rengat Jadi Koridor Lanjutan
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2026, Ini Jalan Tol yang Bisa dan Tidak Bisa Dilewati Angkutan Barang
Targetnya jelas: menciptakan traffic generation baru sekaligus memperlancar rantai pasok nasional.
“Bagi Jasa Marga, pembangunan jalan tol tidak berdiri sendiri per ruas, melainkan bagian dari satu kesatuan jaringan yang saling terhubung,” jelas Rivan.
Bukan Cuma Bikin Jalan, Tapi Bikin Pengalaman Perjalanan!
Jasa Marga kini juga mulai menggeser paradigma pengelolaan jalan tol.
BACA JUGA:Lonjakan Trafik Mudik, 153 Ribu Kendaraan Padati Jalan Tol Trans Sumatera
BACA JUGA:Catatkan Sejarah! Pesawat Tempur Super Tucano dan F-16 Sukses Mendarat di Jalan Tol Indonesia
Bukan lagi sekadar “infra as structure”, tetapi menuju “infra as culture”.
Konsep ini diwujudkan melalui tiga fokus utama, yakni Protect the Journey, Support the Journey, dan Inform the Journey.
Pada aspek Protect the Journey, Jasa Marga memperkuat pemeliharaan jalan menggunakan teknologi presisi tinggi seperti Hawkeye serta sistem pemantauan dan pelaporan digital TROOPS (Tollroad Real Time Operation Oversight Performance System).
Teknologi tersebut membantu mengidentifikasi kondisi perkerasan jalan sejak dini sehingga perbaikan dapat dilakukan lebih cepat, terukur dan diupayakan minim mengganggu kenyamanan pengguna.
BACA JUGA:Pemkab Muba Bentuk Tim Khusus Kebut Pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino
BACA JUGA:Pemkab Muba Komitmen Kawal Penyelesaian Jalan Tol Trans Sumatera Betung-Tempino-Jambi
Sementara pada aspek Support the Journey, Jasa Marga terus mengembangkan sejumlah showcase rest area.
Rest area tidak lagi dipandang sekadar tempat berhenti, tetapi ditransformasi menjadi destination area yang modern, humanis dan nyaman.
Pengembangannya mencakup penataan kawasan, rejuvenasi fasilitas, penguatan UMKM, penambahan SPKLU untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, pengelolaan sampah terpadu serta green corridor.
Mau Perjalanan Makin Lancar? Digitalisasi Jadi Kuncinya!
BACA JUGA:BP2RD Muba Sukses Tingkatkan PAD di Sektor PBB-P2 Jalan Tol Sesi 3 Bayung-Tempino
BACA JUGA:15 Tahun Perjalanan HKA: Dari Produsen Material ke Penggerak Layanan Operasi Jalan Tol Nasional
Untuk Inform the Journey, Jasa Marga mengoptimalkan Jasamarga Tollroad Command Center sebagai pusat integrasi data lalu lintas dan kondisi jalan secara real-time.
Ekosistem digital tersebut terhubung dengan pengguna melalui Aplikasi Travoy, siaran Travoy FM, serta papan Dynamic Message Sign (DMS) di sepanjang jalan tol.
Pengguna pun bisa memperoleh informasi seperti estimasi waktu tempuh, rute alternatif hingga akses bantuan darurat secara lebih cepat.
Jadi, bukan cuma jalan yang semakin panjang, informasi perjalanan juga dibuat semakin cepat, terintegrasi dan mudah diakses.
BACA JUGA:Uji Coba End-to-End Call Center Jalan Tol Sumbagsel Dimulai, Simak Lokasi Pelaksanaannya
BACA JUGA:Perkuat Arus Logistik Lewat Jalan Tol, HKI Sabet Penghargaan Bergengsi Ini
ESG Ikut Digeber, Bukan Sekadar Cari Cuan!
Pertumbuhan bisnis juga dibarengi komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).
Berbagai program terus dikembangkan, mulai dari Green Toll Road Indonesia, peningkatan penggunaan energi baru terbarukan (EBT), penambahan SPKLU, pengelolaan sampah terpadu, penanaman pohon di koridor tol, pemberdayaan UMK hingga program Creating Shared Value bagi masyarakat sekitar wilayah operasional Jasa Marga Group.
Dengan begitu, ekspansi bisnis tidak hanya diarahkan untuk menciptakan keuntungan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan lingkungan yang lebih luas.
BACA JUGA:Polda Sumsel dan PT Hutama Karya Tandatangani MoU Keselamatan Lalu Lintas Jalan Tol
BACA JUGA:Cuan Awal Tahun, Pemegang Saham BBRI Terima Dividen Interim Rp20,6 Triliun pada 15 Januari 2026
Semester II 2026, Jasa Marga Siap Gaspol Lagi!
Memasuki paruh kedua 2026, Jasa Marga melihat peluang pertumbuhan masih terbuka lebar seiring penguatan konektivitas dan aktivitas ekonomi nasional.
Rivan menyebut capaian Semester I menjadi pijakan bagi perusahaan untuk melangkah lebih jauh.
Perseroan tidak hanya membidik imbal hasil berkelanjutan bagi pemegang saham, tetapi juga ingin menciptakan perjalanan yang lebih aman, nyaman dan berkesan bagi pengguna jalan.
BACA JUGA:BRI Konsisten Ciptakan Nilai bagi Negara dan Pemegang Saham, Bagikan Dividen Interim Tahun Buku 2025
BACA JUGA:Ribuan UMKM Dapat Jalan Baru, FIFGROUP Buka Akses Modal Tanpa Bunga Agar Usaha Makin Berkembang
Dengan pengalaman, teknologi dan skala jaringan yang dimiliki, Jasa Marga berkomitmen terus berinovasi, menjaga tata kelola yang bertanggung jawab dan menghadirkan nilai tambah nyata bagi investor, mitra bisnis serta jutaan pengguna jalan.
Laba Rp1,9 triliun sudah dikantongi. Jaringan 1.294 kilometer terus beroperasi.
Jalan baru terus dibangun. Digitalisasi terus digeber.
Kalau begini ceritanya, Jasa Marga tampaknya belum mau menginjak rem pada Semester II 2026!
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber: corporate secretary & chief administration officer pt jasa marga (persero) tbk.
