World Press Freedom Day 2026: Kembalikan Marwah Pers Menjadi Penjernih Informasi, Bukan Pemburu Sensasi
Ketua KTP2JB Dr.Suprapto, Bersama Wakil Gubernur Papua Aryoko Alberto Ferdinand Rumaropen, S.P., M.Eng, Yosep Adi Prasetyo Ketua Dewan Pers (2016-2019), dan Syamsudin Hadi Sutarto Waketum SPS-SPS-
PAPUA, PALPRES.COM - Di tengah derasnya arus informasi digital dan dominasi algoritma media sosial, Serikat Perusahaan Pers (SPS) menegaskan bahwa arah industri Pers Indonesia tidak boleh terseret pada logika kecepatan dan popularitas semata.
Fenomena yang terjadi saat ini menunjukkan semakin banyak media, termasuk media cetak, yang mulai mengadopsi pola kerja media sosial: mengejar viralitas, memburu klik, dan menyesuaikan diri dengan algoritma.
Pendekatan ini dinilai berisiko mengikis esensi jurnalisme itu sendiri.
Di tengah dinamika tersebut, SPS kembali menekankan bahwa pers tidak didesain untuk memenangkan kompetisi algoritma, melainkan untuk menjaga akurasi, kedalaman, dan integritas informasi.
BACA JUGA:SPS Ingatkan Bahaya Perjanjian RI-AS: Kedaulatan Digital dan Media Nasional Terancam!
BACA JUGA: SPS Pusat Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Sumatra, Ini Titik Lokasinya
Merujuk pandangan Yosef Adi Prasetyo, Ketua Dewan Pers 2016-2019, media tidak seharusnya larut dalam kegaduhan media sosial.
Menurut pria yang akrab dipanggil Stanley ini, pers bukanlah content creator, melainkan institusi publik yang bekerja dengan verifikasi, disiplin etik, dan tanggung jawab sosial.

Foto bersama disela-sela World Press Freedom Day 2026 di Aula Lukmen, Kantor Gubernur Papua, 4-5 Mei 2026-SPS-
"Ketika media mengejar viralitas, yang terjadi adalah penurunan kualitas dan hilangnya kepercayaan publik,” ujar Yosef Adi Prasetyo saat acara World Press Freedom Day 2026 di Aula Lukmen, Kantor Gubernur Papua, 4-5 Mei 2026.
Dalam konteks ini, SPS menegaskan bahwa peran utama media justru semakin strategis, yakni sebagai clearing house atau penjernih informasi di tengah banjir hoaks dan disinformasi.
BACA JUGA:Dari Titik Nol Kilometer Indonesia, SPS Serukan Pers Sehat, Bangsa Berdaulat!
BACA JUGA:Rangkaian Kegiatan SPS di Tanah Rencong, dari Anjong Mon Mata hingga ke Titik Nol Indonesia
Media harus memverifikasi, memberi konteks, dan menjadi rujukan bukan sekadar ikut dalam arus distribusi informasi yang bising.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

