Banner Honda PCX

Tembus 760 Hektar Lahan Terbakar: BPBD Ungkap Kecamatan Indralaya Utara Paling Dominan Kasus Karhutla di OI

Tembus 760 Hektar Lahan Terbakar: BPBD Ungkap Kecamatan Indralaya Utara Paling Dominan Kasus Karhutla di OI

Tembus 760 Hektar Lahan Terbakar: BPBD Ungkap Kecamatan Indralaya Utara Paling Dominan Kasus Karhutla di OI.--

OGAN ILIR, PALPRES.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Ogan Ilir mencatat, sepanjang tahun 2026 hingga September ini, ada sekitar 258 kasus kebakaran dengan total luas terbakar sekitar 760,52 hektar lahan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Ogan Ilir dalam siaran persnya mengatakan, Kebakaran lahan hampir merata di 16 kecamatan.

Dimana katanya, Kecamatan Indralaya Utara, Ogan Ilir paling banyak terjadi kabakaran lahan.

“Ya, kami mendata ada sekitar 700 hektar lebih lahan terbakar. Kecamatan Indralaya Utara mendominasi tingkat karhutla,” ungkapnya, Rabu 02 September 2026.

BACA JUGA:DPRD Ogan Ilir Gelar Rapat Paripurna XXXV Dipimpin Ketua H Edwin Cahya Putra

BACA JUGA:10 Hektar Lahan Karet dan Sawit Dilahap Si Jago Merah, Tim Gabungan Bergerak Cepat Padamkan Api

Guntarto menambahkan, dugaan kebakaran masih terus diselidiki, namun siklus cuaca sedang mengalami musim kemarau.

“Kendala dilapangan masalah sumber air, namun kami terus melakukan upaya-upaya pemadaman dan pencegahan,” imbuhnya.

Disinggung dampak karhutla, Guntarto menjelaskan, selain pemadaman pihaknya juga membagikan masker akibat dampak kebakaran lahan yang menyebabkan kabut asap.

“Ini kita lakukan sebagai upaya meminimalisir dampak kebakaran lahan dari sisi kesehatan. Kami bagikan 3000 masker ke warga dan pengguna jalan,” tukasnya.

BACA JUGA:Kepergok Warga Saat Nyalakan Api: Polisi Amankan Terduga Pelaku Pembakaran Lahan di Desa Ulak Segelung OI

BACA JUGA:Berjibaku Padamkan Api: Tim Gabungan Sukses Tangani 11 Titik Hotspot di 10 Desa Wilayah Ogan Ilir

Sementara itu, Kasi Humas Polres Ogan Ilir Iptu Mansyur, A.Md. Kep., S.H. menyampaikan bahwa patroli dan edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bersama terhadap bahaya Karhutla.

“Patroli bukan hanya untuk mencari titik api, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan membangun kepedulian masyarakat," paparnya.  

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait