Kejahatan Siber di OKI Tertinggi Kedua di Sumsel, OJK Minta Masyarakat Waspada
Pemkab OKI, OJK dan Polda Sumsel edukasi masyarakat dari kejahatan siber -palpres.com -
KAYUAGUNG, PALPRES.COM - Kejahatan siber di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menduduki peringkat kedua tertinggi di Sumatera Selatan (Sumsel).
Hal ini terungkap pada kegiatan edukasi kejahatan siber yang diselenggarakan OJK Sumsel bersama Polda Sumsel dan Pemkab OKI, Kamis 12 Maret 2026.
Berdasarkan data yang dipaparkan OJK Perwakilan Sumatera Selatan, per Januari 2026 Kabupaten OKI berada di peringkat kedua laporan terbanyak kejahatan Siber di Sumsel dengan 590 laporan.
Di peringkat pertama ada Kota Palembang dengan 4.182 laporan, Kabupaten Banyuasin di peringkat ketiga dengan 570 laporan.
BACA JUGA:Ringankan Beban Warga, Bank Sumsel Babel Lubuklinggau Tebar 750 Kupon Diskon Sembako
BACA JUGA: Besok Cair! Segini Anggaran THR dan TPP PNS Hingga PPPK OKI
Kemudian Kabupaten Muara Enim di peringkat keempat dengan 543 laporan dan Kabupaten Musi Banyuasin di posisi kelima dengan 437 laporan.
Dalam sambutannya, Perwakilan OJK Sumsel, Astawati menyatakan sekarang ini banyak sekali layanan keuangan yang bisa dilakukan melalui telepon selular dengan jaringan internet.
"Sekarang ini berbagai transaksi keuangan bisa dilakukan melalui ponsel.
Tentunya hal ini memberikan kemudahan bagi masyarakat ditengah padatnya aktivitas masyarakat itu sendiri," kata dia.
BACA JUGA:Medco E&P dan BKPRMI Gelar Diklat Guru TPQ di Kecamatan BTS Ulu dan Muara Lakitan
BACA JUGA:Modal Dana Desa, Bumdes Karangan Raup Cuan Melimpah dari Panen 15 Ton Semangka
Namun demikian, sambungnya, berbagai kegiatan transaksi keuangan ini melalui ponsel ini banyak sekali kelemahan jika masyarakat tidak berhati-hati.
"Berbagai modus penipuan yang sering digunakan para pelaku untuk memperdayai para korban.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

