Meneladani Kisah 'Semut dan Kupu-Kupu': Keseruan Pendongeng Cilik Mutia Shabira di Acara PKS Prabumulih
Pendongeng Cilik Sumatera Selatan Mutia Shabira Rizky Inayah usai mengisi acara DPD PKS Prabumulih dalam memperingati HAN 2026 dan HUT ke-81 RI-Foto: Trisno Rusli/koranpalpres.com-
PRABUMULIH, PALPRES.COM – Kisah Semut dan Kupu-Kupu menjadi cerita edukatif yang dipilih Pendongeng Cilik Sumatera Selatan (Sumsel) saat mengisi peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dan HUT ke-81 RI yang diselenggarakan DPD PKS Prabumulih melalui Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BiPeKa), Ahad 23 Agustus 2026.
Di dalam dongeng tersebut, Mutia menceritakan seekor semut terlihat begitu bahagia dengan kesempurnaan yang dimilikinya.
Saat berada di kebun sekolah, semut melihat siput kecil yang sedang berjalan dengan sangat lambat.
Sontak semut mencemooh siput yang berjalan namun tak dihiraukan.
BACA JUGA:Telkomsel Gandeng Kampung Dongeng Dampingi 2.000 Anak Terdampak Bencana di Sumatera
Perhatian si semut tiba-tiba teralihkan. Dia melihat ada kepompong yang menggantung di salah satu ranting sebuah pohon. Semut pun memandanginya dan merasa heran.
Semutpun menyapa kepompong. Namun, bukan ucapan baik yang keluar dari mulutnya.
Ia malah kembali mengejek rupa buruk dari kepompong tersebut. Si semut juga sangat menyayangkan nasib kepompong yang tidak bisa kemana-mana dan hanya menggantung di ranting pohon.
Mendengar perkataan semut, kepompong pun tidak bisa melawan. Ia hanya terdiam dan tidak bisa berbuat apa-apa, dia hanya bisa bertasbih kepada Allah.
BACA JUGA:Dukung Penuh GUNTARA BKPRMI 2026, Ketua Fraksi PKS Ogan Ilir Beri Pesan Penting bagi Pemuda Masjid
BACA JUGA:Pemkab Muba Teken PKS Sertifikat Elektronik Bersama 18 Daerah di BSSN
Di hari yang lain, si semut ingin kembali mengelilingi kebun sekolah. Namun, tiba-tiba hujan turun sangat deras.
Akibatnya, kebun sekolah tersebut dipenuhi oleh genangan air yang berlumpur.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
