Honda

50 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Tinggalkan Tanah Suci

50 Persen Jemaah Haji Indonesia Sudah Tinggalkan Tanah Suci

Ilustrasi jamaah haji Indoneisa.--

ARAB SAUDI, PALPRES.COM – Proses pemulangan Jemaah haji asal Indonesia hingga kini terus berlangsung. Tercatat saat ini sudah 50 persen Jemaah haji Indonesia sudah meninggalkan tanah suci.

Dikutip dari laman kemenag.go.id, Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia (RI) terus mengawal pemulangan Jemaah haji Indonesia.

“Insya Allah pemulangan terus berlanjut, hari ini memasuki 50 persen. Kita ingin mengawal pemulangan sampai tidak ada kendala lagi baik keterlambatan ataupun kita antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” kata Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Hilman Latief usai memimpin rapat evaluasi menyeluruh pelaksaan haji di Kantor Urusan Haji (KUH), Jeddah, Arab Saudi, Jumat (29/7/2022).

Dalam evaluasi yang diikuti seluruh pimpinan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi, ini, juga dilakukan beberapa simulasi terkait masalah yang timbul saat proses pemulangan.

BACA JUGA: Jemaah Haji Muratara Dijemput ke Palembang

“Kita ingin mengawal pemulangan. Juga ada simulasi andaikan ada keterlambatan pesawat, baik pengaturan tas, bus, hingga koper jemaah,” ujar Hilman.

Jika ada keterlambatan pesawat misalnya, maka maskapai harus menanggungnya.

“Keterlambatan kita komunikasikan dan kita sampaikan konsekuensinya. Kalau berkonsekuensi tambah masa tinggal jemaah kita sampaikan karena itu ada dalam kontrak,” kata dia.

Hilman lantas mencontohkan adanya keterlambatan satu maskapai yang lantas harus mencarikan penginapan dan memberikan makan bagi jemaah.

BACA JUGA:Jamaah Haji Kloter Pertama Segera Pulang, Begini Persiapan PPIH Debarkasi Palembang

“Kita sebenarnya tidak ingin fokus di penggantian, tapi bagaimana ini tidak ada keterlambatan. Karena di Indonesia juga kasihan keluarga sudah menjemput kadang juga menginap,” kata Hilman.

Dalam rapat evaluasi ini juga dibahas tentang jatah air zamzam bagi jemaah. Kementerian Agama akan segera mengusulkan penambahan jatah air zamzam bagi jemaah menjadi 10 liter.

“Kita pelajari dan kita siapkan tim. Nanti air zamzam bisa disimulasikan andaikan ditambah jadi 10 liter. Tapi problem utama proses distribusinya, kalau tambah 5 liter kali 100 ribu jemaah misalnya, kan banyak. Nanti biayanya bagaimana ini sedang kita kaji,” ujarnya.

Pembatasan usia jemaah juga sedang dikaji karena di Indonesia saat ini terdapat 750 ribu jemaah lansia yang juga harus difasilitasi secara proporsional. “Ini jangan sampai haji ini eksklusif, kecuali ada faktor terkait protokol kesehatan. Misalnya tahun ini dibatasi usia 65 tahun,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: kemenag.go.id