Honda

DIPA Petikan dan DA-TKD Tahun 2023 Jadi Acuan Satker dan Pemda di Sumsel Melaksanakan Pembangunan

DIPA Petikan dan DA-TKD Tahun 2023 Jadi Acuan Satker dan Pemda di Sumsel Melaksanakan Pembangunan

Pj Sekretaris Daerah Muba Musni Wijaya SSos MSi, saat menerima DIPA Petikan APBN, dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah Tahun Anggaran 2023 dari Gubernur Sumsel H Herman Deru.-Dinas Kominfo Muba-

PALEMBANG, PALPRES.COM - Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Herman Deru didampingi Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sumsel Lydia Kurniawati Christyana melakukan prosesi penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) petikan dan Daftar Alokasi Transfer ke Daerah (DA-TKD) Tahun Anggaran 2023 kepada Satuan Kerja (Satker) dan Pemerintah Daerah (Pemda) lingkup Sumsel di Griya Agung, Jumat, 9 Desember 2022. 

Gubernur Sumsel Herman Deru menyerahkan DIPA Petikan dan DA-TKD tersebut secara simbolis kepada sepuluh Satker dan Pemda terpilih. 

Alokasi DIPA secara keseluruhan di Sumsel adalah sebesar Rp Rp13,9 triliun yang tersebar pada 513 Satker. Sedangkan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) pada 18 Pemda lingkup Sumsel adalah sebesar Rp29,02 triliun. 

DIPA dan DA-TKD tersebut merupakan dokumen Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menjadi acuan bagi para Kepala Satker dan Kepala Daerah di Sumsel dalam melaksanakan berbagai program dan kegiatan.

BACA JUGA:Anggaran DIPA Polda Sumsel di 2023 Capai Rp1,7 Triliun

BACA JUGA: Terima DIPA dan TKDD 2023, Muba Raih Penghargaan Pemda Penyedia Data Calon Debitur KUR Melalui SIKP

Perkembangan Ekonomi Terkini dan Proyeksi 2022 APBN disusun menggunakan asumsi yang optimis, namun tetap waspada. 

Di tengah ketidakpastian, Indonesia pada Triwulan III tahun 2022 tetap tumbuh impresif pada angka 5,72% secara year on year (yoy).

Angka pertumbuhan yang di atas 5% ini tidak hanya terjadi pada triwulan III ini saja, melainkan telah tercatat selama empat triwulan berturut-turut. 

Kondisi neraca perdagangan Indonesia juga mencatatkan surplus dalam 30 bulan berturut-turut dan indeks yang tetap ekspansif dalam 14 bulan terakhir. 

BACA JUGA:Kemenaker dan Kemensos Kompak Hapus Bansos Tahun 2023, Ini Daftarnya

BACA JUGA: Simak, Ini Alasan Kamu Tidak Dapat Bantuan PKH dari Kemensos

Kinerja perekonomian nasional dipengaruhi oleh faktor global seperti windfall dari tingginya harga komoditas unggulan di pasar internasional yang terus berlanjut. 

Sehingga kinerja ekspor Indonesia tetap baik. Faktor domestik tingkat mobilitas masyarakat dan kebijakan pemerintah yang menjaga daya beli masyarakat turut mendukung kinerja perekonomian nasional. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Sumber: palpres.com