Banner Honda PCX

Viral Dugaan Pemotongan Dana KIP di SMA Negeri 1 Kayuagung, Ini Kata Wakasek Bidang Kesiswaan

Viral Dugaan Pemotongan Dana KIP di SMA Negeri 1 Kayuagung, Ini Kata Wakasek Bidang Kesiswaan

Wakasek Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kayuagung Muhammad Isnaini bantah dugaan pemotongan dana KIP -palpres.com -

KAYUAGUNG, PALPRES.COM - Informasi dugaan pemotongan dana Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMA Negeri 1 Kayuagung, viral di media sosial Facebook, Kamis 17 April 2025.

Akun facebook Abdul Manan Manan memposting dugaan pemotongan dana KIP Rp100 ribu per siswa, yang diduga dilakukan oleh Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) SMA Negeri 1 Kayuagung berinisial I.

Bahkan, akun Abdul Manan Manan memposting dugaan pemotongan dana KIP di SMA Negeri 1 Kayuagung ke Grup Facebook OKI Memilih Pemimpin 2018, sehingga menimbulkan banyak reaksi dari netizen.

Saat dikonfirmasi, Wakasek Bidang Kesiswaan SMA Negeri 1 Kayuagung, Muhammad Isnaini, membantah adanya dugaan pemotongan dana KIP tersebut.

BACA JUGA:Personel Polres Lubuk Linggau Turut Amankan PSU Kabupaten Empat Lawang

BACA JUGA:70 Personel Polres Musi Rawas BKO PSU Pilkada Empat Lawang

Didampingi Kepala SMA Negeri 1 Kayuagung, Mahrus, Wakasek Bidang Kesiswaan mengaku tidak benar dirinya melakukan pemotongan uang tersebut dari siswa yang menerima bantuan.

"Itu tidak benar, pencairan dana KIP itu dilakukan langsung siswa penerima bantuan ke bank penyalur yakni BNI.

Siswa mencairkan uang bantuan dengan membawa surat rekomendasi dari sekolah dan data DTKS.

Jika tidak ada nama di DTKS tidak bisa mencairkan," ungkap Muhammad Isnaini ditemui di SMA Negeri 1 Kayuagung.

BACA JUGA:Ikut Wisuda di UNSRI, Bupati Ogan Ilir Resmi Bergelar Megister Sains

BACA JUGA:Ajang Peacemaker Justice Award 2025, OKI Kirim 96 Kades/Lurah

Menurutnya, besaran bantuan KIP ini nilainya Rp900.000 untuk Kelas 10 dan Kelas 12, sementara Kelas 11 menerima bantuan sebesar Rp1.200.000 per tahun.

"Untuk pencarian Kelas 12 atau kelas 3 itu sudah dilakukan, karena siswa penerima sudah tamat, sementara untuk kelas 10 dan kelas 11 itu belum ada informasi kapan pencairannya," jelas Muhammad Isnaini.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: