Banner Honda PCX

Termahal di Dunia! Proyek Jembatan di Lampung Ini Berakhir Mangkrak

Termahal di Dunia! Proyek Jembatan di Lampung Ini Berakhir Mangkrak

Ilustrasi jembatan termahal senilai Rp225 triliun di Lampung yang berakhir mangkrak-pixabay-

PALPRES.COM - Jembatan Selat Sunda (JSS) merupakan sebuah megaproyek jalan raya dan rel kereta api yang direncanakan di antara dua pulau besar di Indonesia, yaitu Sumatra dan Jawa.

Dikutip dari berbagai sumber, usulan pembangunan jembatan ini pertama kali disampaikan pada tahun 1960 oleh Prof Sedyatmo dari Institut Teknologi Bandung.

Ini sebagai bagian dari rencana yang lebih luas, yang dikenal sebagai Tri Nusa Bimasakti, untuk menghubungkan tiga pulau yaitu Sumatra, Jawa, dan Bali.

Di bulan Oktober 2007, setelah diskusi dan perencanaan selama bertahun-tahun, pemerintah Indonesia memberikan lampu hijau untuk proyek yang mencakup beberapa jembatan gantung terpanjang di dunia, melintasi Selat Sunda sepanjang 27 km (17 mil).

BACA JUGA:Gubernur Herman Deru Dorong RSUD Siti Fatimah jadi Pusat Rujukan Jantung Sumbagsel

BACA JUGA:Alhamdulillah, Jemaah Haji Kloter 12 Debarkasi Palembang Tiba di Palembang, Dapat Edukasi Kesehatan

Akan tetapi, tujuh tahun kemudian pada bulan November 2014, pemerintahan Joko Widodo yang baru mengumumkan bahwa rencana pembangunan jembatan tersebut akan ditunda.

Sejarah Jembatan Selat Sunda

Jembatan ini berawal dari gagasan Prof Sedyatmo, seorang guru besar di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1960 disebut dengan nama Tri Nusa Bimasakti yang berarti penghubung antara tiga pulau; yaitu Pulau Sumatra, Pulau Jawa, dan Pulau Bali.

Kemudian, pada tahun 1965 Ir Soekarno sebagai Presiden RI memerintahkan kepada ITB agar melakukan uji coba desain penghubung.

BACA JUGA:10 Tips Ini Bantu Batu Akik Tapak Jalak Kamu Lebih Mahal Dipasaran

BACA JUGA:Manchester City Membuat Kekacauan di Camping World Stadium Juventus Terbantai

Di mana hasil dari percobaan tersebut berupa sebuah terowongan tunel, yang pada awal Juni 1989 terselesaikan dan diserahkan kepada Soeharto selaku presiden RI pada saat itu.

Pada tahun 1997, Soeharto memerintahkan kepada Prof. BJ. Habibie selaku Menristek agar mengerjakan proyek yang diberi nama Tri Nusa Bimasakti. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: