Fakta Gempa Bumi Sukabumi – Bogor 20-21 September 2025, Apa Saja?
Gempa bumi berkekuatan 4.0 Magnitudo mengguncang Sukabumi – Bogor, pada 20 September 2025 lalu.-IG@daryonobmkg-
JAKARTA, PALPRES.COM – Gempa bumi berkekuatan 4.0 Magnitudo mengguncang Sukabumi – Bogor, pada 20 September 2025 lalu.
Hingga Minggu 21 September 2024, terus terjadi gempa susulan di dengan kekuatan magnitudo beragam.
Gempa tersebut menimbulkan kerusakan ringan pada beberapa bangunan rumah warga di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan.
Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dr. Daryono, S.Si., M.Si menjabarkan fakta-fakta terkait gempa tersebut.
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.0 Picu Kerusakan, Sukabumi Dilanda Rentetan Gempa Susulan
BACA JUGA:Gempa Tektonik Magnitudo 4.0 Guncang Sukabumi-Bogor, Dipicu Sesar Aktif
Dalam unggahannya di akun media sosial Instagram @ daryonobmkg, 21 September 2025, Daryono menjelaskan bahwa gempa utama (mainshock) memiliki magnitudo M4,0 dengan kedalaman hiposenter 7 km.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. DARYONO, S.Si., M.Si-IG@daryonobmkg-
Gempa tersebut terjadi Sabtu 20 September 2025 pukul 23:47:44 WIB, dengan episenter terletak di darat, di wilayah Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi.
Gempa Tektonik Kerak Dangkal
“Jenis gempa yang terjadi adalah gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif,” jelas Daryoni.
BACA JUGA:WASPADA! Gempa Susulan Belum Reda, Nabire Masih Terus Berguncang!
BACA JUGA:Gempa Magnitudo 4.5 Guncang Melonguane Sulut, Cek Titik Episentrum dan Kedalamannya
Bukti gempa yang melanda Sukabumi gempa tektonik, menurut Daryono, yakni bentuk gelombang gempa (waveform) hasil catatan Sensor Seismik DBJI (Darmaga) dan CBJI (Citeko) dengan karakteristik gelombang S (shear) yang tampak kuat dengan komponen frekuensi tinggi.
“Fakta ini sekaligus memastikan bahwa gempa yang terjadi bukan dipicu gempa volkanik,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
