Banner Honda PCX

Waspada! 922 Warga Lahat Terinfeksi Tuberkulosis, Kelurahan Ini Jadi Wilayah Paling Banyak Kasus

Waspada! 922 Warga Lahat Terinfeksi Tuberkulosis, Kelurahan Ini Jadi Wilayah Paling Banyak Kasus

Berdasarkan data Dinkes Lahat, Kepala Dinas Kesehatan, Taufik M Putra ada 922 warga Lahat terinfeksi tuberkulosis.-DINKES LAHAT FOR PALPRES-

LAHAT, PALPRES.COM - Sebanyak 922 warga Lahat terinfeksi tuberkulosis.

Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat, penyakit tuberkulolis menjadi salah satu menjadi atensi khusus dengan jumlah penderita mencapai 922 orang dengan persentase kesembuhan hanya 10 persen.

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan umumnya menyerang paru-paru.

Penyakit ini masih menjadi tantangan besar dalam dunia kesehatan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

BACA JUGA:Bukan Sekadar Patroli, Ini Cara Babinsa Lahat Pastikan Malam Tahun Baru Tanpa Gangguan

BACA JUGA:Prakiraan Cuaca Sumsel 24 Desember 2025: Palembang Berawan, Lahat dan OKU Hujan Ringan

Oleh karena itu, diperlukan penanganan khusus dan berkelanjutan, terutama dalam hal kepatuhan minum obat, pemenuhan gizi yang cukup, serta penerapan perilaku hidup bersih dan sehat.

Kepala Dinkes Kabupaten Lahat, Taufik M Putra SKM MM menjelaskan, bahwasanya penyakit ini masih menjadi tantangan besar yang dihadapi pelayanan kesehatan baik di tingkat nasional maupun daerah. 

"Upayanya memerlukan kerjasama lintas sektor tidak hanya dari sisi pelayanan kesehatan tapi juga dukungan sosial pasien, merupakan salah satu interaksi pendukung yang penting dalam rangka meningkatkan keberhasilan TB," ujarnya, belum lama ini.

Taufik M Putra berpesan,  kepada seluruh pasien agar tetap semangat menjalani pengobatan.

BACA JUGA:Gubernur Sumsel Kucurkan Rp371 Miliar untuk Pembangunan di OKI, Ini Respon Bupati Muchendi

BACA JUGA:Beres Award 2025: 4 Desa di OKI Masuk 20 Besar

Patuh terhadap jadwal minum obat tetap tidak ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami kendala.

“Melalui pemberian makanan tambahan merupakan bagian dari upaya mendukung keberhasilan pengobatan TB. Asupan gizi yang baik sangat penting untuk menunjang, proses penyembuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh pasien,” ungkap dirinya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: