Banner Honda PCX

Momen Unik di OKU Timur: Mendikdasmen Mengaku 'Nyontek' Gerakan Siswa Saat Senam Pagi!

Momen Unik di OKU Timur: Mendikdasmen Mengaku 'Nyontek' Gerakan Siswa Saat Senam Pagi!

Mendikdasmen Mengaku 'Nyontek' Gerakan Siswa Saat Senam Pagi!-Arman Jaya-palpres.com

MARTAPURA, PALPRES.COM  -Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof Dr Abdul Mu’ti hadir di SMPN 1 Belitang Kabupaten OKU Timur.

Kegiatan yang digelar dalam rangka Program Pagi Ceria itu dinilai bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan fondasi awal pembentukan karakter generasi Indonesia Emas 2045.

Abdul Mu’ti tiba di OKU Timur pada dini hari sekitar pukul 00.15 WIB, ia mengaku terkesan dengan suasana pagi yang penuh semangat. Ia menyebut energi positif yang terpancar dari anak-anak sebagai tanda kuatnya optimisme masa depan bangsa.

“Melihat anak-anak yang bersemangat ini, saya yakin Indonesia Emas 2045 bukan sekadar mimpi, tetapi sesuatu yang bisa kita wujudkan bersama,” ujar Abdul Mu’ti, Kamis, 22 Januari 2026.

BACA JUGA:Harapan Baru OKU Timur: Tabligh Akbar Ust. Das’ad Latif Jadi Magnet Keberkahan bagi Masyarakat

BACA JUGA:Video Penangkapan Bandar Narkoba Viral, Polres OKU Timur Dalami Dugaan Pelanggaran Prosedur

Dalam kegiatan tersebut, para siswa TK hingga jenjang dasar tampak hafal dan antusias mengikuti gerakan Senam Anak Indonesia Hebat.

Bahkan, Mendikdasmen secara terbuka mengapresiasi kemampuan anak-anak OKU Timur.

“Kalau boleh jujur, tadi saya malah nyontek anak-anak. Mereka luar biasa,” ucapnya disambut tawa hadirin.

Abdul Mu’ti menjelaskan, Senam Anak Indonesia Hebat merupakan bagian dari implementasi kebijakan Pagi Ceria yang telah diatur dalam Surat Edaran Bersama tiga menteri, yakni Menteri Dalam Negeri, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Menteri Agama.

BACA JUGA:Reformasi Pelayanan Publik: OKU Timur Permudah Izin Usaha dan Akses Infrastruktur

BACA JUGA:Mengenal Suttan Mangku Kewedanaan I: Gelar Adat Kehormatan untuk Bupati OKU Timur Enos

Program ini mencakup tiga kegiatan utama sebelum pembelajaran dimulai, yaitu doa bersama, menyanyikan Indonesia Raya, dan senam.

Menurutnya, pembiasaan sederhana namun rutin seperti senam pagi memiliki dampak besar dalam membangun karakter anak.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: