Kanwil Bea Cukai Aceh Peringati HPI 2026, Tegaskan Komitmen Lindungi Masyarakat
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat dalam Upacara Peringatan Hari Pabean Internasional (HPI) Tahun 2026-Kanwil Bea Cukai Aceh-
ACEH, PALPRES.COM - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Aceh menggelar Upacara Peringatan Hari Pabean Internasional (HPI) Tahun 2026 di halaman depan Kantor Wilayah DJBC Aceh, Senin 26 Januari 2026.
Seluruh pejabat dan pegawai mengikuti upacara tersebut, sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam melindungi masyarakat melalui kewaspadaan dan integritas.
Tema HPI 2026: Kewaspadaan dan Komitmen
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh, Bier Budy Kismulyanto, bertindak sebagai pembina upacara dan menyampaikan amanat dalam upacara itu.
BACA JUGA:Kawal Jalur Laut Strategis! Apel Kesiapsiagaan PSO Bea Cukai Lhokseumawe Digelar
BACA JUGA:Aksi Kemanusiaan Bea Cukai Langsa dan Relawan Al-Falah, Jangkau Dusun Sulit Akses di Aceh Tamiang
Dalam amanatnya Bier Budi menegaskan bahwa tema HPI tahun ini, “Bea dan Cukai Melindungi Masyarakat melalui Kewaspadaan dan Komitmen”, merupakan pengingat akan peran strategis Bea Cukai dalam menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan.
“Peran tersebut mencakup upaya menjaga keamanan, menjamin kelancaran arus perdagangan, serta membangun dan menjaga kepercayaan public,” ungkap Bier Budy.
Peran Strategis Bea Cukai di Tengah Tantangan Global
Bier Budy mengatakan, bahwa kewaspadaan, integritas, dan profesionalisme harus senantiasa menjadi landasan utama bagi seluruh jajaran Bea Cukai dalam menghadapi dinamika dan tantangan global yang semakin kompleks.
BACA JUGA:Kanwil Bea Cukai Aceh 2025: Catat Kinerja Positif, Sumbang Rp2,2 Triliun ke Negara
BACA JUGA:Respon Cepat Bencana Hidrometeorologi, Bea Cukai Langsa Serahkan Bantuan di Aceh Tamiang
Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Aceh tak lupa memberikan apresiasi atas capaian kinerja Bea Cukai sepanjang tahun 2025.
Termasuk kontribusi terhadap penerimaan negara.
Lalu, keberhasilan penindakan terhadap barang-barang ilegal.
Serta berbagai upaya pengawasan yang berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika yang membahayakan masyarakat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
