Banner Honda PCX

Pemkot dan Pertamina Evakuasi 1 Ton Sampah di Bantaran Sungai Kelingi

Pemkot dan Pertamina Evakuasi 1 Ton Sampah di Bantaran Sungai Kelingi

Pemkot dan Pertamina Evakuasi 1 Ton Sampah di Bantaran Sungai Kelingi--

LUBUKLINGGaU, PALPRES.COM- Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di LUBUKLINGGaU berlangsung lebih dari sekadar kegiatan seremonial.

Momentum tahunan ini diisi dengan aksi nyata peduli lingkungan melalui kegiatan susur sampah di sepanjang Sungai Kelingi, Jumat (13/2/2026). Alhasil, 1 ton sampah domestik berhasil dievakuasi dari bantaran Sungai Kelingi.

Kegiatan yang digagas oleh Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel bersama Pemerintah Kota Lubuklinggau ini dipusatkan di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Linggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat II.

Aksi bersih sungai tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), TNI, Polri, Basarnas, Tagana, mahasiswa, pelajar OSIS tingkat SLTA se-Kota Lubuklinggau, hingga masyarakat yang bermukim di bantaran sungai.

BACA JUGA:Pencarian 3 Hari di Sungai Musi Berakhir Duka, Warga Empat Lawang Ditemukan Tewas Mengambang

Turut hadir Asisten dan Staf Ahli Pemkot, perwakilan Polres dan TNI, camat, lurah, serta perwakilan WALHI.

Mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”, peringatan Bulan K3 dimaknai lebih luas.

Tidak hanya berfokus pada keselamatan kerja di sektor industri, tetapi juga pada keselamatan dan keberlanjutan lingkungan sebagai ruang hidup bersama.

Fuel Terminal Manager Pertamina Patra Niaga Lubuklinggau, Wawan Prabawa, menegaskan bahwa kegiatan susur sampah ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah terkait pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan.

Ia menyampaikan, Terminal Pertamina Lubuklinggau menjadi salah satu penggerak awal aksi bersih lingkungan di area operasionalnya.

"Ke depan, kegiatan serupa diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang terintegrasi dalam sistem pengelolaan lingkungan," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kekuatan utama dalam aksi tersebut. Bahkan, gerakan ini diharapkan dapat melampaui radius 500 meter dari wilayah operasional perusahaan dan menjangkau kawasan yang lebih luas di seluruh kota.

“Target kami sederhana namun berdampak besar, yakni mewujudkan Lubuklinggau yang bersih, sehat, dan nyaman. Hal itu hanya bisa tercapai melalui keterlibatan semua pihak,” ujarnya.

Sampah yang berhasil dikumpulkan kemudian ditimbang sebelum diserahkan kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk diangkut dan dikelola di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: