Banner Honda PCX

Lahat Targetkan Kemiskinan Turun Satu Digit, Ini Syarat Dapat Bantuan UPEK dan Beasiswa

Lahat Targetkan Kemiskinan Turun Satu Digit, Ini Syarat Dapat Bantuan UPEK dan Beasiswa

Wabup Lahat, Widia Ningsih SH MH memberikan sambutan terkait pengentasan angka kemiskinan, dengan mengoptimalkan DTSEN.-Bernat-palpres.com

LAHAT, PALPRES.COM - Wakil Bupati (Wabup) Lahat, Widia Ningsih SH MH dorong camat, kelurahan bahkan 360 kepala desa (Kades) dalam penggunaan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN) program pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial di Kabupaten Lahat tahun 2026, harus bener-bener dioptimalkan sehingga tidal ada lagi masyarakat tercatat mampu malah dimasukkan dapat bantuan.

"Dari 360 desa 3 diantaranya telah memperbaharui data kependudukannya, sehingga ini amat sangat disayangkan apabila sampai seperti ini, sumber daya alam (SDA) melimpah tapi angka kemiskinan tinggi," terang dia, Kamis, 19 Februari 2026.

Nah, upaya pemerintah dalam hal mengentaskan kemiskinan banyak hal yang dilakukan, diantaranya melakukan Optimalisasi penggunaan DTSEN pada pengentasan kemiskinan dan bantuan sosial tahun 2026, hal ini dilakukan supaya data kemiskinan di Kabupaten Lahat benar-benar terdata dengan baik.

“Optimalisasi DTSEN ini tujuannya untuk merapikan data, untuk data itu supaya sistematis tidak tumpang tindih dan tepat sasaran," ujarnya. 

BACA JUGA:Dua Hari Berturut-turut, Wabup Lahat Widia Ningsih Turun Langsung 'Sidak' Kebersihan Ayek Lematang

BACA JUGA:Bikin Gelumbang 'Ambyar'! NDX AKA Sukses Guncang HUT ke-76 Yonkav 5/DPC Muara Enim

Diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kabupaten Lahat jadi daerah termiskin nomor dua pada 2025 silam sebesar 14,14 persen, berada dibawah nomor 2 setelah Kabupaten Rawas Utara (Muratara).

"Jadi sebetulnya tidak selaras penghasilannya besar, tapi tingkat kemiskinannya juga besar seharusnya duitnya besar tapi makmur masyarakat, tidak selaras dengan data tersebut," jelas Widia Ningsih.

Menurutnya, komitmennya sebagai pemerintah sinergi dengan BPS berharap di akhir masa jabatan Kabupaten Lahat, kabupaten yang paling sejahtera bukan paling miskin lagi nomor 2, setidaknya dari 14,14.persen tersebut berubah menjadi satu digit. 

"Selain itu, terkait bantuan UPEK kepada masyarakat yang kurang mampu, dan mengapresiasi upaya dinas sosial yang telah melakukan data tunggal," papar dirinya.

BACA JUGA:Solusi Macet Merapi Area: Wabup Lahat Targetkan Akses Jalan Hauling Khusus Batubara di 2027

BACA JUGA:Hapus 'Titipan', Wabup Ogan Ilir Tegaskan Pelantikan 135 Pejabat Berbasis Data Kinerja

Ia menambahkan, sehingga data kemiskinan di Kabupaten Lahat dapat terdata dengan baik sesuai data tunggal, kedepan angka kemiskinan di Bumi Seganti Setungguan dapat menurun serta masyarakat dapat berwirausaha dengan bantuan UPEK tersebut. 

"Kami juga ada program Beladas, beasiswa bagi masyarakat Miskin yang berprestasi, program prioritas ini kami prioritaskan bagi warga Lahat yang ingin kepeguruan tinggi dan berprestasi tetapi tidak mampu, kami akan kuliahkan sampai selesai mulai dari pembiayaan kuliah, tempat tinggal serta biaya makan sehari-hari," sebutnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait