Banner Honda PCX

Manfaatkan Aset Tak Terpakai, Pemkab Muba Tanam Sawit dan Tebar 10 Ribu Benih Lele

Manfaatkan Aset Tak Terpakai, Pemkab Muba Tanam Sawit dan Tebar 10 Ribu Benih Lele

Program ini tidak hanya bertujuan mengamankan aset daerah, tetapi juga meningkatkan nilai guna aset sehingga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat-Dinas Kominfo Muba-

SEKAYU, PALPRES.COM- Melalui pemanfaatan lahan yang selama ini tak terpakai, Pemkab Muba menanam ratusan bibit kelapa sawit sekaligus menebar ribuan benih ikan lele. 

Hal itu dilakukan sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan, menggerakkan ekonomi kerakyatan, serta meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Dimana Bupati Muba H M Toha Tohet SH langsung memimpin kegiatan tersebut yang berada di kawasan aset Pemkab Muba di belakang Politeknik Sekayu, Selasa 24 Febuari 2026.

Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara BPKAD Muba, Dinas Perkebunan, Dinas Perikanan, Polres Muba, serta Politeknik Sekayu.

BACA JUGA:Bupati Muba Kukuhkan Forum Musyawarah Pembina Adat dan Pemangku Adat Marga Kabupaten Muba Periode 2026-2031

BACA JUGA:Tak Ada Alasan Lagi, Kadisnakertrans Muba Tegaskan DKPTKA Legal dan Kontribusi TKA Harus Masuk PAD

Bupati Muba mengatakan, pemanfaatan lahan kosong ini merupakan langkah strategis untuk mengoptimalkan aset daerah agar lebih produktif dan bernilai ekonomi. 

Menurutnya, potensi lahan tidur di wilayah Muba sangat besar dan harus dikelola secara optimal demi kesejahteraan masyarakat.

“Hari ini kita mulai pemanfaatan lahan yang belum terpakai dengan menanam sawit dan menebar benih ikan lele. 

Mudah-mudahan ini memberi manfaat besar, baik untuk mendukung program MBG, meningkatkan ketahanan pangan, maupun menambah pendapatan asli daerah,” ujarnya.

BACA JUGA:Pasar Bedug di Sungai Lilin Resmi Dibuka, Wabup Muba Ingatkan Para Pedagang untuk Jaga Kualitas Pangan

BACA JUGA:Kabupaten Muba Tancap Gas Setahun Kepemimpinan Toha-Rohman, Ini Sejumlah Capaian Strategis yang Didapat?

Toha juga mengungkapkan, program serupa akan diperluas hingga ke desa-desa. 

Setiap desa didorong memanfaatkan lahan kosong minimal 5–10 hektare untuk ditanami kelapa sawit atau komoditas produktif lainnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait