Kejar Target Pendapatan Rp 1,7 Trilliun, HKA Lakukan Strategi Ini
PT Hakaaston (HKA) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Visi Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IMVIAM) dengan memperkuat bisnis manajemen aset jalan tol pada 2026-HKA-
JAKARTA, PALPRES.COM - PT Hakaaston (HKA) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Visi Indonesia’s Most Valuable Infrastructure Asset Management (IMVIAM) dengan memperkuat bisnis manajemen aset jalan tol pada 2026.
Seiring meningkatnya kebutuhan pemilik konsesi jalan tol akan layanan operasi dan pemeliharaan yang andal, terukur, dan berorientasi pada layanan publik jangka panjang.
Melalui strategi keuangan 2026, HKA menargetkan pendapatan usaha sebesar Rp1,701 triliun, atau tumbuh sekitar 14,2% dibandingkan realisasi 2025 sebesar Rp. 1,490 triliun, dengan target laba bersih sebesar Rp 85 miliar dan margin laba bersih sekitar 4,97% .
Target ini disusun untuk menjawab tantangan utama industri jalan tol, yaitu menjaga kualitas layanan di tengah pemeliharaan aset yang terus meningkat dan tuntutan efisiensi dari pemilik konsesi jalan tol.
BACA JUGA:HK Resmi Teken Fasilitas Kredit Tol Betung–Tempino–Jambi, Segini Total Dananya
BACA JUGA:Libur Panjang Imlek, 137 Ribu Kendaraan Padati Tol Trans Sumatera, Naik 45,55 Persen
Disampaikan Plt. Direktur Utama, M. Rozi Rinjayadi, bahwa target pertumbuhan 2026 dicapai dari kinerja operasi dan pemeliharaan yang semakin stabil di seluruh ruas yang dikelola.

HKA memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas pelaksanaan pekerjaan operasi dan pemeliharaan di seluruh ruas yang dikelola-HKA-
“Kami (HKA) akan menambah perluasan jenis layanan teknis berbasis aset, serta penambahan kontrak kerja sama dengan pemilik konsesi jalan tol.
Bagi HKA, peningkatan pendapatan tidak hanya dipandang sebagai capaian finansial, tetapi juga sebagai indikator bahwa layanan perusahaan semakin relevan dengan kebutuhan pengelolaan jalan tol saat ini,” jelasnya.
Di sisi operasional, HKA memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas pelaksanaan pekerjaan operasi dan pemeliharaan di seluruh ruas yang dikelola.
BACA JUGA:Libur Imlek: 146 Ribu Kendaraan Padati Tol Trans Sumatera, Trafik Naik 31,8 Persen
BACA JUGA:Efek Libur Imlek: Trafik Tol Trans Sumatera Melonjak, Ada Ruas Naik 165 Persen
Pada tahun 2026, menurut dia, perusahaan memperkuat perencanaan pemeliharaan, koordinasi lapangan, serta pengendalian mutu pekerjaan agar penanganan jalan tol dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:
