Rumah Dinas Ketua DPRD Lahat 'Diserbu' Warga, Fitrizal Homizi Tekankan Pentingnya Keikhlasan Pasca Lebaran
Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homizi ST Msi MM sedang di wawancara awak media, disela-sela open house Idul Fitri 1447 Hijriah.-Bernat-palpres.com
LAHAT, PALPRES.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat, Fitrizal Homizi ST Msi MM menggelar open house di rumah dinas dan langsung "Diserbu", Kamis, 26 Maret 2026.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara Pimpinan DPRD, anggota dewan, serta masyarakat Kabupaten Lahat dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Momentum ini dimanfaatkan untuk mempererat hubungan antara wakil rakyat dengan masyarakat. Fitrizal Homizi mengatakan, pentingnya menjaga nilai-nilai yang telah dibangun selama bulan Ramadan.
Nah, lebaran Idul Fitri bukan sekadar perayaan, tetapi juga awal untuk mempertahankan keikhlasan, kebersamaan sekaligus kepedulian sosial.
BACA JUGA:Terbuka pada Kritik, Wabup Lahat Widia Ningsih: Kami Butuh Masukan Pers Agar Tidak Otoriter
BACA JUGA:Wujud Kepedulian, PLTU Banjarsari Santuni Ratusan Anak Yatim di Momen Lebaran 1447 H
“Silaturahmi ini jangan berhenti di momen Lebaran saja. Nilai keikhlasan dan kebersamaan harus terus berlanjut,” ujarnya.
Ia menilai, hubungan harmonis antara pemerintah dan juga legislatif serta masyarakat, sangat penting dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, sehingga terciptanya keseimbangan dalam kinerja guna pembangunan Bumi Seganti Setungguan lebih baik dan maju.
"Terlebih, kondisi global saat ini dinilai tidak menentu dan berpengaruh pada berbagai sektor, termasuk perekonomian daerah dewasa ini mulai menunjukan hal-hal positif," imbau Fitrizal Homizi.
Dia mengingatkan, masyarakat agar lebih bijak dalam menerima informasi.
BACA JUGA:Wabup Lahat Buka Pintu Rumdin Untuk Siapa Saja: Tidak Ada Perbedaan, Hanya Ada Persaudaraan
Menurutnya, perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan membuat masyarakat harus lebih selektif dalam menyaring informasi.
“Sekarang ini sulit membedakan mana informasi asli dan mana yang hasil rekayasa. Kita harus saring sebelum sharing,” katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

