Pemkab Muba
Banner Honda PCX

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

Mengenal Desa BRILian Sumowono, Desa Sayur yang Tumbuh dan Terus Berinovasi Bersama BRI

Kepala Desa Sumowono Budiyono menuturkan bahwa karakter wilayah pegunungan membuat sektor pertanian menjadi tulang punggung utama perekonomian desa-BRI-

SEMARANG, PALPRES.COM - Kabut pagi yang menyelimuti kawasan pegunungan menjadi pemandangan akrab bagi warga Desa Sumowono, Kabupaten Semarang, Provinsi Jawa Tengah.

Di balik udara sejuk dan hamparan kebun sayur, desa agraris ini menyimpan denyut ekonomi yang terus bergerak, bertumpu pada kerja keras petani, pedagang, UMKM, serta kolaborasi yang terbangun dari desa untuk desa.

Kepala Desa Sumowono Budiyono menuturkan bahwa karakter wilayah pegunungan membuat sektor pertanian menjadi tulang punggung utama perekonomian desa.

Sayuran menjadi komoditas unggulan yang digeluti sebagian besar warga.

BACA JUGA:Desa Hendrosari Bangkit: UMKM Tumbuh, Ekonomi Melaju Berkat Program Desa BRILian

BACA JUGA:Terus Bergeliat, Pemberdayaan BRI Ungkit Perekonomian Desa Empang Baru

Kedekatan Desa Sumowono dengan pusat sentral pasar sayur Kabupaten Semarang semakin memperkuat posisi desa ini sebagai salah satu penggerak distribusi hasil pertanian di wilayah sekitarnya.

“Potensi ekonomi yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah keberadaan pasar,” ujar Budiyono.

Tak hanya satu, Sumowono memiliki tiga pasar yang beroperasi bergantian hampir sepanjang hari, mulai dari pasar kabupaten, pasar desa, hingga pasar pagi.

Aktivitas jual beli pun nyaris tak pernah berhenti, menjadi ruang pertemuan antara petani, pedagang, dan pembeli dari berbagai daerah.

BACA JUGA:D’Kambodja Heritage by Anne Avantie, Nostalgia Rasa Bersama BRI yang Menghidupkan Kuliner Semarang

BACA JUGA:Desa BRILiaN Tompobulu Tunjukkan Sinergi Lokal dan Digitalisasi untuk Ekonomi Berkelanjutan

Perkembangan pasar desa tak lepas dari penataan yang dilakukan pemerintah desa.

Kini, pasar desa telah tertata rapi dari Blok A hingga Blok F. Di sana, pedagang sayur memiliki beragam latar belakang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: