Banner Honda PCX

Kabut Asap Pekat Kepung PALI, Petani Karet Terpaksa Setop Menyadap

Kabut Asap Pekat Kepung PALI, Petani Karet Terpaksa Setop Menyadap

Dampak dari kebakaran lahan yang kian meluas di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengakibatkan kabut asap yang semakin pekat mengepung wilayah Bumi Serepat Serasan-SMSI-

PALI, PALPRES.COM - Dampak dari kebakaran lahan yang kian meluas di wilayah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mengakibatkan kabut asap yang semakin pekat mengepung wilayah Bumi Serepat Serasan.

Dari pantauan media ini pada Kamis, 8 Oktober 2026, asap pekat menelan matahari yang hendak menyinari bumi, yang tentunya kondisi ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia.

Pemerintah Kabupaten PALI pun kewalahan dalam mengatasi permasalahan kebakaran lahan, yang setiap hari ada puluhan titik api penyumbang asap harus dipadamkan dengan armada terbatas.

Imbasnya kini dirasakan masyarakat, dimana asap pekat setiap hari harus di hirup masyarakat.

BACA JUGA:Kasat Reskrim Polres Pali Dijabat Peraih Penghargaan Ati Tanggon Emas Akpol 2021, Ini Sosoknya

BACA JUGA:Jaga Inflasi, Dinas Ketapang PALI Luncurkan Gerakan Tanam Cabai Serentak

Bukan hanya mengancam kesehatan, tetapi juga menghambat aktivitas warga dalam mencari nafkah baik di perkantoran maupun di ladang pertanian dan aktivitas lainnya.

Seperti pada sektor pertanian, sejumlah warga mengeluh sesak napas saat keluar rumah yang hendak menjalankan aktivitasnya di kebun.

Tak sedikit dari petani urung mengais rejeki seperti menyadap karet lantaran asap pekat mengganggu pernapasan.

"Saya punya riwayat asma, jadi kalau menghirup asap, pernapasan saya terganggu dan sesak," ucap Irul, salah satu warga Kecamatan Talang Ubi.

BACA JUGA:Festival Candi Bumi Ayu Resmi Dibuka! Bupati PALI Ungkap Misi Besarnya

BACA JUGA:Pemkab PALI Kirim 5 Anggota Satpol PP ke Bogor, Ikuti Pembentukan PPNS Penegak Perda

Diakuinya, sudah beberapa hari ini dirinya tidak lagi menyadap karet yang mana kegiatan tersebut satu-satunya penopang perekonomian keluarganya.

"Kami tidak mau paksakan untuk beraktivitas ditengah kepungan asap daripada penyakit kambuh.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: smsi

Berita Terkait