Massa Nilai Pemda Muratara Tak Becus Urusi 2 Sungai yang Keruh

Kamis 26-01-2023,17:49 WIB
Reporter : Hengki Pransis
Editor : Ella Twit

MURATARA, PALPRES.COM- Puluhan masyarakat Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) provinsi Sumsel menggelar aksi demonstrasi.

Massa yang mengatasnamakan Gerakan Milenial Indonesia (GMI) melakukan aksi di depan Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) pukul 09.00, Kamis 26 Januari 2023.

Massa berdatangan menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua. Mereka membentangkan spanduk yang bertuliskan, kepala DLHP mundur dari jabatan, jernih kembali sungai, berantas PETI.

Hadi koordinator aksi, dalam orasinya massa menuding Pemerintah Daerah tidak becus melaksanakan amanat rakyat. Mereka mengeluhkan keruhnya aliran sungai akibat aktifitas Pertambangan Emas Ilegal (PETI) di hulu sungai.

BACA JUGA:Jaringan Internet Dikeluhkan Warga Muratara, Bupati Saran Perangkat Desa Beli Sinyal Sendiri

“Sudah 3 tahun lebih sungai Rawas dan sungai Rupit, keruh. Masyarakat menjerit sumur-sumur mereka kering, rakyat kekeringan tidak bisa manfaatkan aliran sungai dimana pemerintah kita sekarang tidak ada tindakan,” cetusnya.

Tak sampai di situ, massa menuding, para pejabat di Muratara tidak mengerti bekerja dan menjalankan amanat rakyat.

Karena permasalahan keruhnya aliran sungai sudah berlangsung selama beberapa tahun terakhir dan tak pernah dituntaskan.

“Pejabat di Muratara sudah kehilangan kepercayaan rakyat. Karena mereka terlena dengan fasilitas yang rakyat berikan. Jika tidak mau urus masyarakat silakan mundur dari jabatan kalian,” ujarnya.

BACA JUGA:DPMPTSP Lahat Beri Waktu 3 Hari ke Perusahaan Rokok Agar Bayar Pajak, Jika Tidak Sanksi Ini Menanti

Massa menuntut DLHP sama-sama merasakan penderitaan rakyat, mereka menuding DLHP kerja selama ini tidak becus dan tidak ada kinerja nyata menuntaskan masalah keruhnya aliran sungai.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Muratara, Zulkifli, pemerintah sangat serius mengatasi masalah air keruh.

"Bukan kami tidak peduli, kita sama-sama prihatin dengan kondisi sungai kita saat ini, yang dulunya bening menjadi kebanggaan kita, tapi sekarang warnanya macam kopi susu," katanya.

Zulkifli menyebutkan tindakan yang mereka lakukan bersama kepolisian, camat dan kades telah banyak, namun memang belum membuahkan hasil.

BACA JUGA:Koin Jadul Rp1.000 Gambar Kelapa Sawit Dihargai Rp100 Juta? Ini 5 Cara Jualnya

Kategori :