KISAH SAHABAT NABI: Zubair bin Awwam, Panglima Pemberani Pembela Islam

Kamis 27-07-2023,19:19 WIB
Reporter : Hendra Djamal
Editor : Sulis Utomo

Meski pun dalam perang tersebut saudara dari ibunya yakni Hamzah, meninggal dunia.

Saat Perang Khandaq, keadaan kaum Muslimin sangat buruk sekali. 

Hal itu diperparah dengan sikap kaum Yahudi mengingkari perjanjian mereka dengan Rasulullah SAW. 

BACA JUGA:AUTO CUAN! Uang Koin Kuno Rp500 Melati Dihargai Rp750.000, Jual ke Platform Ini

Melihat kondisi yang menyeramkan, tidak ada seorang pun dari kaum Muslimin yang punya keberanian untuk memerangi mereka.

Ternyata Zubair menjadi satu-orang satunya yang berani dan  mengajukan diri kepada Rasulullah SAW untuk ikut serta dalam Perang Khandaq. 

Sifat gagah berani tanpa kenal rasa takut, membuat Rasulullah amat membanggakan Zubair, bahkan beliau pernah bersabda, “Sesungguhnya setiap nabi mempunyai penolong (hawari), dan hawariku adalah Zubair bin 'Awwam”. (HR Bukhari Muslim). 

Sejak hari itu Zubair pun menjadi hawari (pengikut setia) Rasulullah SAW.

BACA JUGA:CEK KOTAMU! Bansos PKH dan BPNT Cair Bulan Agustus 2023 di 83 Daerah

Setelah Rasulullah SAW wafat guys, kepemimpinan Islam dipegang Abu Bakar ash-Shiddiq dan diteruskan oleh Umar bin Khattab. 

Pada masa itu semangat Zubair tak kendor, untuk selalu berdiri di barisan terdepan untuk menaklukkan kaum musyrikin.

Ia meninggal dunia di usia 66 atau 67 tahun, yaitu pada Rabiul Awal tahun 36 H, karena ditusuk saat sedang sholat oleh salah satu pendukung Ali bin Abi Thalib bernama Amr bin Jurmuz.

Setelah terbunuh, Amr bin Jurmuz membawa pedang Zubair untuk ditunjukkan kepada Ali bin Abi Thalib dengan harapan Ali akan merasa senang. 

BACA JUGA:Pemprov Riau Bangun Jembatan Kaca ala Singapura, Lampu Menari Sepanjang 58 Meter Manjakan Wisatawan

Namun Ali langsung mengusirnya, setelah mengetahui dalang dari pembunuhan Zubair.

Ketika pedang Zubair bin Awwam diserahkan kepada Ali, dia kemudian mencium pedang itu sambil menangis.

Kategori :