Rombongan Tamim Ad-Dari pun menceritakan dengan jelas mengenai munculnya di tengah masyarakat Arab sehingga ditaati oleh mereka.
BACA JUGA:Kuota Terbatas! Klaim Link DANA Kaget Rp100.000 untuk Pengguna Baru, Download Aplikasinya Sekarang
Laki-laki itu bertanya lagi, ‘Hal itu telah terjadi?’
‘Ya,’ tegas rombongan Tamim.
“Nabi itu sangat baik mereka kalau ditaati. Maka dari itu, dia mengabarkan kalian mengenaiku. Karena sebenarnya, aku adalah Al-Masih Dajjal.
Aku hampir diizinkan keluar, tapi setelah keluar, aku akan berjalan dengan tidak membiarkan satu negeri pun tidak aky singgahi selama empat puluh hari, kecuali Makkah dan Madinah.
BACA JUGA:Pecinta Makanan Jepang Wajib Coba, Ini Rekomendasi Makan Ramen Hidden Gem di Palembang
Kedua negeri itu diharamkan untukku, karena jika aku masuk ke dalam kedua negeri itu atau salah satunya, aku dihadang oleh satu malaikat.
Di tangannya terdapat pedang yang terbungkus sarung agar siap menghunuskanku. Bahkan seluruh jalan buki di kota itu juga dijaga oleh para malaikat.’
Sembari mengetuk minbar dengan tongkatnya, Rasulullah bersabda, “Ini baik… ini baik… ini baik…’
Yang dimaksud beliau adalah Madinah. Lalu, beliau melanjutkan kisahnya,
“Bukankah aku sudah menyampaikan itu kepada kalian?”
Para sahabat membenarkan, sehingga Rasulullah kembali bersabda,
“Sungguh cerita Tamim ini mengagumkanku, karena sesuai dengan cerita yang ingin aku sampaikan kepada kalian mengenai Dajjal, Makkah, dan Madinah.
Ingatlah bahwa Dajjal berada di laut Syam atau di laut Yaman yang akan datang dari timur.
Dari timur! Dari timur!” Beliau menegaskan dengan berulang kali sambil memberi isyarat ke timur.