Diakibatkan dalam satu rumah hanya ada satu ID BDT.
Kecuali anak tersebut dimasukan lagi ke DTKS dengan ID BDT yang berbeda.
Kelima, adalah belum masuk ke DTKS.
Dikarenakan ini sumber data yang dipakai Kemensos dalam menyalurkan bansos PKH, BPNT, dan lainnya.
BACA JUGA:2 BLT Kemensos Cair ke 431 Daerah Mulai Senin Ini, Segera Cek Namamu via HP!
Keenam, adalah data Dapodik, dan Emis anak sekolah tidak terbaca sistem.
Ketujuh, adalah lansia belum melakukan perekaman e-KTP di Dukcapil.
Kedelapan, adalah terindikasi merupakan peminjam di bank penyalur (BRI, BNI, BSI, dan Mandiri).
Kesembilan, adalah belum masuk kedalam penambahan, dan penggenapan dari kuota yang ada.
BACA JUGA:Kemana Anggarannya? Pembangunan Rumah Sakit dan Jalan di Maluku Utara Tak Kunjung Selesai
Kesepuluh, adalah anda terbaca bergaji UMR.
Merupakan Pendamping Sosial yang bekerja di Kemensos.
Berstatus ASN/TNI/Polri/BUMN/BUMD.
Ataupun pegawai swasta baik yang aktif maupun telah pensiun. *