Gak heran masyarakat Bangka Belitung sangat bangga dengan jembatan Emas ini.
BACA JUGA:Panjangnya 1.900 Meter, Jembatan di Yogyakarta Ini Bakal Jadi Ikon Baru, Namanya?
Diketahui, bahwa jembatan ini tidak seperti jembatan pada umumnya.
Sistem pada Jembatan Emas itu menggunakan bascule atau jembatan angkat.
Dengan sistem ini, memungkinkan jembatan untuk mengangkat bagian tengahnya dengan menggunakan mesin hidrolik.
Sehingga, jembatan ini memberikan ruang bagi kapal besar yang ingin keluar masuk dari pelabuhan yang berada dekat muara Sungai Baturusa.
Jembatan Emas ini merupakan jembatan bascule pertama dan satu-satunya di Indonesia.
Berbeda dengan Jembatan Ampera di Palembang, yang menggunakan sistem elevasi atau jembatan naik turun.
Akan tetapi, kini jembatan elevasi itu tifak lagi dioperasikan di Jembatan Ampera Palembang.
Sedangkan Jembatan Emas bisa mengangkat di bagian tengahnya dengan sudut 75 derajat dalam waktu 10 menit.
BACA JUGA:NGERI! Jembatan Bernuansa Mistis di Madiun, Konon Sering Muncul Wanita Gaib Berpakaian Pengantin
Dibangun pada tahun 2009, Jembatan Emas di Provinsi Bangka Belitung menghabiskan biaya mencapai Rp420 miliar.