Dengan kandungan karbohidrat, protein, lemak sehat, serta serat dari buah-buahan, kolak dapat membantu mengembalikan energi dan nutrisi setelah seharian berpuasa.
Di berbagai daerah di Indonesia, kolak juga memiliki variasi yang beragam sesuai dengan bahan lokal yang tersedia.
Misalnya, ada kolak pisang, kolak ubi, kolak biji salak, hingga kolak ketan.
Setiap variasi kolak memiliki ciri khasnya sendiri dan memberikan variasi rasa yang unik bagi penikmatnya.
Selain itu, kolak juga sering dipadukan dengan aneka bahan tambahan seperti kolang-kaling, mutiara, atau agar-agar untuk menambah tekstur dan variasi pada hidangan.
BACA JUGA:Inilah Kelebihan dan Kekurangan Infinix Hot 40 Pro, Cek Dulu Sebelum Beli!
BACA JUGA:Dinilai Peduli Keagamaan, Polres OKI Dapat Apresiasi, Ini Harapan Masyarakat
Hal ini membuat kolak menjadi makanan yang bisa dieksplorasi dengan berbagai kreativitas dalam penyajiannya.
Tak hanya sebagai takjil, kolak juga sering dihidangkan sebagai hidangan penutup di acara-acara spesial atau perayaan tertentu.
Kehadiran kolak di berbagai momen kebersamaan ini semakin mengukuhkan posisinya sebagai makanan yang dicintai oleh banyak orang.
Selain itu, kolak juga memiliki nilai historis dan religius yang dalam budaya Indonesia.
BACA JUGA:Lebaran 2024 Sudah Beroperasi, Flyover Sekip Ujung di Palembang Telan Dana Rp168,9 Miliar
BACA JUGA:5 Referensi HP yang Tahan Air dan Debu, Kamera Jernih, Punya Sertifikasi IPX8
Makanan ini sering dihidangkan dalam acara-acara keagamaan dan ritual tertentu sebagai simbol kesyukuran dan keberkahan.