Bandara yang diresmikan pada tahun 2005 dan mulai melayani penerbangan domestik ke Surabaya.
Namun demikian, dalam perkembangannya bandara ini kurang mampu berkembang lantaran kurangnya okupansi penumpang.
Rute awal menuju Bandara Juanda pada akhirnya terpaksa ditutup gegara tidak mampu bersaing.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember sendiri telah berupaya menghidupkan bandara ini dengan menggandeng pihak PTPN XII dan lainnya.
Sayangnya, upaya dari Pemkab Jember belum juga terealisasi.
Bandara Notohadinegoro kini melayani rute penerbangan Sumenep - Jember - Sumenep yang dioperasikan oleh Susi Air hanya sekali perjalanan dalam seminggu.
Demikianlah informasi mengenai bandar udara di Jember Jawa Timur yang dibangun 100 dari APBD senilai Rp30 miliar.