Namun, kalangan masyarakat lain menganggap itu takhayul atau mitos.
BACA JUGA:PT Kalimantan Prima Persada (KPP Mining) Buka Lowongan Kerja Besar Besaran Banyak Posisi Menarik
Dilansir dari Wonderopolis, menurut ilmuwan, bintang jatuh yang sering terlihat di beberapa tempat di bumi, bukanlah bintang, melainkan sebuah meteor.
Saat potongan debu dan batu yang mengambang di angkasa (disebut meteorit) masuk mendekati atmosfer bumi, mereka akan terbakar akibat gesekan benda angkasa tersebut dengan atmosfer.
Terdapat perbedaan antara meteor dan meteorit.
Ketika meteorit terbakar di langit, disebut meteor, dan ketika menabrak bumi, disebut meteorit.
Selanjutnya, ilmuwan menjelaskan, manusia sebenarnya tidak bisa melihat secara langsung meteorit.
Momen ini hanya bisa disaksikan lewat teleskop.
Barangkali karena kemunculannya yang sangat jarang bisa disaksikan dengan mata telanjang, memunculkan anggapan jika bintang jatuh bisa mengabulkan permintaan.
Berawal dari era Yunani Kuno
Dikutip dari situs Library of Congress, para sejarawan meyakini jika legenda bintang jatuh bisa mengabulkan permohonan, bermula dari zaman Yunani Kuno.
Tepatnya ketika seorang astronom bernama Ptolemy menuliskan hal tersebut.
Sekitar abad kedua, Ptolemy menjelaskan jika dewa yang sedang memandang rendah ke arah bumi dari tempatnya berada, sedang membuka semacam portal antara langit dan bumi.
Ketika portal terbuka, bintang-bintang di langit bisa menyelinap dan akhirnya terlihat seperti bintang jatuh.