China Budidayakan Ikan di Gurun, Hasilkan 1.500 Ton Setiap Tahun

Jumat 15-11-2024,06:06 WIB
Reporter : Mujianto
Editor : Mujianto

Caranya dengan melakukan penggalian tanah untuk membuat kanal air yang bisa mengalirkan berkubik-kubik air dari perairan laut.

BACA JUGA:GILAK! Cukup Mahar 1 Juta kamu Sudah Punya HP Gaming Kenceng, Cek Spesifikasinya Disini

BACA JUGA:Berikut 7 Manfaat Istimewa Bubur Ayam, Nomor 5 Kaya Nutrisi

Mereka bakal mencari sumber air laut paling dekat dari kawasan Ganzu yang digunakan sebagai penyuplai cadangan air untuk keberlangsungan budidaya ikan.

Bukan hanya pembuatan kanal, megaproyek ini juga menggunakan sistem tradisional dari China yang biasa disebut dengan kares.

Sistem kares merupakan cara atau metode untuk menyalurkan air melewati bawah tanah dan di sepanjang jalurnya akan dibuat lobang-lobang yang menembus ke aliran sungai.

Penggunaan sistem ini sudah dipakai masyarakat sejak 2.000 tahun silam dan masih digunakan hingga saat ini.

BACA JUGA:Pemprov Sumsel Dukung 100 Persen RUPSLB Bank Sumsel Babel

BACA JUGA:Carsley Tetap Tenang Meskipun Sembilan Pemain Inggris Dicoret

Sebetulnya pembangunan budidaya ini sudah dilaksanakan sejak lama, tahun 2001 sebuah perusahaan menginvestasikan uang untuk megaproyek ini senilai $US 16 juta.

Hal ini digunakan untuk mengembangkan peternakan ikan di kawasan gurun, meskipun ada kendala saat pembangunannya.

Kini, kawasan Ganzu dan Xinjiang merupakan tempat budidaya ikan air asin dan air tawar terbesar di China dan menjadi penyuplai ikan terbesar karena menggunakan sistem irigasi tersebut.

Selain kawasan gurun, megaproyek budidaya salmon lainnya dapat ditemukan di kawasan laut Kuning.

BACA JUGA:Kolaborasi Spesial Disney Indonesia Bersama Lyodra dalam Film Disney’s Moana 2

BACA JUGA:TURUN HARGA! HP Oppo A17K Kini Hanya Kisaran Rp 1,4 Juta Punya Kamera Jerih

Kategori :