Jika opsen pajak berlaku maka akan berdampak pada sejumlah harga kendaraan.
BACA JUGA:Gaikindo Optimis PPN 12 Persen Tidak Akan Menurunkan Penjualan Kendaraan
BACA JUGA:Besaran Kuota BBM 2025 yang Disalurkan Pertamina, Kuota Pertalite Turun Jadi 31,1 Juta KL
Kebijakan itu sangat berdampak pada penjualan segmen low entry atau Low Cost Green Car (LCGC) atau kendaraan dengan Down Payment (DP) murah.
Alhasil jika kenaikan opsen pajak berlaku maka pembelian mobil seperti Agya, Calya akan naik menjadi Rp8 juta sampai Rp10 juta.
Sedangkan untuk kelas medium seperti mobil Avanza,Veloz, Rush, Raize kenaikan harga jualnya bisa mencapai mulai dari Rp11 jutaan.
Sementara di kelas high seperti mobil Innova, kenaikan harganya bisa tembus Rp20 jutaan.
BACA JUGA:Cek Harga BBM Pertamina Terbaru yang Naik Per 1 Januari 2025
BACA JUGA:Patwal Mobil RI-36 Jadi Sorotan, Begini Aturan Pengawalan Menurut Polri!
Sebagai informasi, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meminta pemerintah daerah untuk meringankan atau menunda opsen pajak PKB dan BBNKB.
Dari data yang dirilis Kemenperin, tercatat ada 25 provinsi yang melakukan relaksasi opsen pajak kendaraan.
Upaya yang dilakukan oleh Kemenperin tersebut dikhawatirkan akan mengganggu penjualan mobil di 2025.
Bahkan penjualan bisa turun signifikan hingga 800.000 unit jika tidak dibarengi dengan pemberian insentif dari pemerintah.
BACA JUGA:Dari BMW Hingga Honda CIVIC, Ini Beberapa Mobil idaman Para GEN Z dan MILLENIAL!
BACA JUGA:Cairan Kimia Merusak Mobil? Simak Cara Ajukan Klaim Asuransi dengan Mudah
Kondisi tersebut akan semakin memperpanjang tren kurang bagus pada pencapaian di 2024 tercermin penjualan turun 13,9 persen dengan capaian 865.723 unit.